Sumenep, Salam News. Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi SMAN 2 Sumenep, Rabu (14/10/2026), untuk menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, Khofifah menyempatkan diri mengunjungi kawasan Pantai Slopeng sebelum melanjutkan agenda pendidikan di Kabupaten Sumenep. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memanfaatkan momentum hari jadi untuk memperluas penyaluran bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan pendidikan.
Khofifah menjelaskan, peringatan tahun ini tidak berfokus pada kemeriahan pasar rakyat maupun hiburan sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pemerintah provinsi lebih mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian. “Tahun ini kita tidak melakukan pasar rakyat seperti dulu. Hari ini lebih banyak kita menyisir untuk berbagai bansos,” ujar Khofifah.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jatim menyalurkan beragam bantuan, mulai pemeriksaan kesehatan gratis hingga pelayanan kesehatan mulut dan gigi masyarakat. Bantuan lainnya mencakup penanganan stunting, zakat produktif, serta dukungan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia kurang mampu berusia di atas 70 tahun.
Pemprov Jatim juga melaksanakan program pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sepanjang 2026, pelaksanaan pasar murah diperkirakan mencapai 165 kali, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi.
Pada sektor pendidikan, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk program beasiswa afirmasi bagi siswa. Program tersebut menyasar sebanyak 50 ribu siswa di Jawa Timur dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil satu hingga desil empat.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta untuk membantu meringankan kebutuhan pendidikan dan mendukung keberlanjutan proses belajar. Bantuan diberikan kepada siswa jenjang SMA, SMK, serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memenuhi kriteria penerima program afirmasi tersebut.
Melalui program ini, pemerintah berharap keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Kunjungan ke SMAN 2 Sumenep juga diisi kegiatan penanaman pohon bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur dan sejumlah pejabat terkait.
Penanaman dilakukan sebanyak 81 pohon sebagai simbol peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, meskipun jumlahnya disebut melebihi target tersebut. “Di sini kita menanam pohon sebanyak 81 sebagaimana hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-81. Walaupun sebenarnya lebih ya pohon yang kita tanam,” seloroh Khofifah.
Selain pendidikan, Khofifah turut menyoroti persoalan krisis air bersih yang masih melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Ia menyebut sedikitnya 25 kabupaten dan kota mengalami krisis air bersih sehingga membutuhkan dukungan penanganan dari berbagai pihak.
Pemerintah provinsi membantu melalui distribusi air bersih untuk melengkapi langkah penanganan yang telah dilaksanakan pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama ketika kondisi kekeringan membatasi ketersediaan sumber air.
Pemprov Jatim juga melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur dalam program rehabilitasi sebanyak 20 rumah warga. Sementara itu, Baznas Sumenep disiapkan untuk memperkuat dukungan apabila kebutuhan bantuan di lapangan belum sepenuhnya terpenuhi.
Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur diarahkan pada pelayanan publik dan penanganan kebutuhan masyarakat. Pemerintah diharapkan memastikan bantuan pendidikan, kesehatan, hunian layak, serta air bersih menjangkau warga yang membutuhkan secara tepat sasaran.(W)











