Sumenep, Salam News. Id – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengajak pelajar meneladani perjuangan santri melalui kebijakan mengenakan pakaian santri di sekolah masing-masing selama empat hari. Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 hingga 22 Oktober 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ikhsan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya. Melalui kebijakan tersebut, para siswa diharapkan memahami bahwa semangat santri tidak sekadar tercermin melalui pakaian, tetapi juga perilaku sehari-hari.
Ikhsan menyampaikan, ketentuan mengenakan pakaian santri berlaku selama empat hari berturut-turut, sebelum siswa kembali menggunakan seragam seperti biasanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kesantrian kepada pelajar sejak usia dini.
Menurutnya, Hari Santri Nasional harus dimaknai sebagai momentum memperkuat semangat belajar, membangun karakter, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ikhsan menilai, siswa dan santri mempunyai tanggung jawab yang sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, peringatan Hari Santri di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan dan kontribusi generasi muda. Ia berharap para pelajar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semangat santri, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, kesungguhan menuntut ilmu, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurut Ikhsan, pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam proses pendidikan agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan zaman dengan bijaksana.
Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak baik, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah maupun nasional. Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, integritas, serta semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan tersebut, sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan, tetapi juga menanamkan nilai moral dan tanggung jawab. Selain penerapan kebijakan berpakaian santri, Dinas Pendidikan Sumenep turut menyiapkan agenda upacara untuk memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.
Ikhsan dijadwalkan menjadi pembina upacara di SMP Negeri 1 Kalianget pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan. Setelah kegiatan tersebut, ia akan melanjutkan agenda dengan mengikuti rangkaian upacara Hari Santri Nasional di lokasi yang telah ditentukan.
Ia berharap seluruh kegiatan peringatan dapat berlangsung dengan baik serta memberikan manfaat bagi pelajar, tenaga pendidik, dan lingkungan pendidikan. Peringatan Hari Santri Nasional di sekolah, menurutnya, perlu menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap perjuangan para santri.
Nilai perjuangan tersebut dapat diterapkan melalui semangat menuntut ilmu, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Dinas Pendidikan Sumenep berharap kebijakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu membentuk kebiasaan baik yang diterapkan siswa secara berkelanjutan.
Dengan meneladani semangat santri, generasi muda diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul yang berperan aktif membangun negeri.(W)











