Empat Pilar Pendidikan untuk Membangun Generasi Berakhlakul Karimah: Pesan Khofifah Indar Parawansa kepada Guru-guru Jawa Timur

- Pewarta

Jumat, 7 Maret 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Salam News. Id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak para guru untuk menerapkan empat konsep pendidikan kepada murid-murid mereka. Keempat konsep tersebut adalah tadris (pembelajaran), ta’lim (pengajaran), tarbiyah (pengasuhan), dan ta’dib (kesantunan).

Menurut Khofifah, keempat konsep tersebut penting untuk membentuk murid yang berakhlakul karimah. Hal ini disampaikan Khofifah saat Safari Ramadhan Pendidikan Tahun 2025/1446 H di SMKN 5 Surabaya, Jumat (7/3).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan bahwa para guru memiliki peran penting dalam mentransfer ilmu kepada murid-murid melalui ta’lim dan tadris. Namun, ada aspek lain yang tidak kalah penting, yaitu tarbiyah atau pengasuhan.

Para guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengasuhan kepada anak didiknya. Hal ini penting untuk perkembangan karakter dan akhlak para murid.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan bahwa proses tarbiyah lebih mudah diterapkan di boarding school, di mana kedisiplinan dan kesantunan lebih dapat ditanamkan.

Di lingkungan asrama, para siswa diajarkan untuk saling menghormati dan hidup sederhana. Ini membuat proses tarbiyah dapat diterapkan secara lebih efektif. Di kelas yang terbatas, hal ini memang lebih sulit, tetapi tetap perlu dilakukan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Serahkan Piala Bergilir Turnamen Futsal Bupati Sumenep Cup 2022 DPC PWRI

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya ta’dib, yakni pembinaan akhlak atau budi pekerti. Proses ini dapat dijalankan dengan lebih intens oleh para guru kepada murid-muridnya.

Pembinaan akhlak bukan hanya bagian dari pengajaran, tetapi juga pengasuhan yang bertujuan mendidik murid menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, setiap guru harus mengajarkan adab sopan santun kepada muridnya.

Khofifah percaya bahwa para guru di Jawa Timur berusaha sebaik mungkin untuk menerapkan keempat konsep pendidikan ini. Para guru, menurutnya, selalu ingin menyampaikan pesan kebaikan dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada para murid.

Guru-guru ini berperan penting dalam menanamkan nilai luhur yang bermanfaat bagi masa depan para siswa.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa Menteri Agama sedang merancang kurikulum cinta. Kurikulum ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, memberi kasih, dan menciptakan kedamaian antar sesama.

Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang tidak saling membenci, tetapi saling memberi cinta dan ketentraman.

Dalam hal ini, Khofifah juga mengingatkan pentingnya peran guru untuk merangkul murid-murid yang cenderung melakukan tindakan kurang baik. Guru tidak hanya membimbing murid yang berprestasi, tetapi juga mencari solusi bagi mereka yang bermasalah.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru Islam 1447 H, MWC NU Rubaru Gelar Aksi Bersih Masjid

Misalnya, seorang murid yang dianggap sebagai trouble maker karena suka membuli teman-temannya, seharusnya tidak dijauhi.

Khofifah menegaskan bahwa proses perbaikan harus dilakukan dengan memperbaiki akar masalahnya. Akar dari masalah tersebut adalah cinta. Oleh karena itu, kurikulum yang disiapkan Menteri Agama akan lebih menekankan pada penanaman nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan saling menghormati.

Hal ini penting agar para murid dapat tumbuh dengan baik, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam aspek sosial dan emosional.

Dengan demikian, Khofifah berharap bahwa keempat konsep pendidikan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh sekolah di Jawa Timur. Pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pengasuhan dan pembentukan karakter.

Para guru diharapkan dapat terus menjalankan peran mereka dengan penuh dedikasi dan keikhlasan, demi masa depan anak-anak yang berakhlakul karimah dan berbudi pekerti luhur.(*)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Kunjungi SMAN 2 Sumenep, Khofifah Serahkan Beasiswa Rp1 Juta bagi Siswa Kurang Mampu
HUT ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Beragam Bantuan Sosial dan Beasiswa Rp50 Miliar di Sumenep
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa
Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban
Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

HUT ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Beragam Bantuan Sosial dan Beasiswa Rp50 Miliar di Sumenep

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara

Berita Terbaru