Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Hilal Tak Terlihat di Pasuruan dan Malang, LFNU Pastikan Awal Ramadhan Tunggu Sidang Isbat Pemerintah

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim, Salam News. Id – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan rukyatul hilal di MAN Insan Cendekia Pasuruan, Selasa sore menjelang magrib bersama tim pemantau. Kegiatan pengamatan hilal tersebut berlangsung khidmat, meski langit Pasuruan sejak awal sudah tertutup awan tebal disertai hujan deras.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat proses observasi tidak berjalan maksimal sehingga hilal dipastikan tidak dapat terlihat petang itu. Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Malang yang sama-sama melakukan rukyatul hilal pada hari tersebut.

Rukyatul hilal ini merupakan bagian dari agenda pemantauan nasional guna menentukan awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Seluruh hasil pengamatan daerah nantinya dilaporkan kepada pemerintah untuk dibahas dalam sidang isbat penetapan awal Ramadhan.

Ucapan KPU-HPN 2025

Sekretaris LFNU Kabupaten Pasuruan, M Rusdi, menyampaikan hasil perhitungan falakiyah menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk. Ia menjelaskan bahwa nilai ketinggian hilal masih negatif sehingga secara astronomis belum memenuhi syarat imkanur rukyat.

Perhitungan falakiyah dilakukan menggunakan berbagai metode yang selama ini menjadi rujukan kalangan ahli falak Nahdlatul Ulama. Metode yang dipakai antara lain Irsyadul Murid, Ephemeris, Nurul Anwar, serta Badi’atul Mitsal dalam menghitung posisi hilal.

Baca Juga :  Launching POM di Desa Tambak Sari Sumenep di Buka langsung Oleh Direktur Marketing Mitrades

Semua metode tersebut menunjukkan kesimpulan serupa bahwa hilal belum wujud dan belum memenuhi kriteria rukyat. Menurut Rusdi, secara nalar falakiyah posisi hilal memang belum memungkinkan terlihat dengan mata maupun alat optik.

Ia menambahkan bahwa baik standar mabim lama maupun mabim baru tetap menunjukkan hasil yang sama. Dalam rincian perhitungan, metode Adduru Al-Aniq mencatat ketinggian hilal minus satu derajat lebih lima puluh menit.

Sementara metode Badi’atul Mitsal menunjukkan angka minus nol derajat dua puluh tiga menit sebagai posisi tertinggi. Seluruh angka tersebut tetap berada di bawah garis ufuk sehingga mustahil dilakukan pengamatan visual.

Dengan kondisi demikian, besar kemungkinan bulan Syaban akan digenapkan menjadi tiga puluh hari penuh. Istikmal menjadi opsi paling realistis mengingat hilal tidak memenuhi syarat astronomis maupun kriteria imkanur rukyat.

Rusdi menegaskan bahwa pada hari pengamatan tersebut hilal dapat dipastikan tidak terlihat. Situasi berbeda wilayah namun hasil sama juga terjadi di Kabupaten Malang pada waktu pengamatan serupa.

Rukyatul hilal di Malang dipusatkan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Malang dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Meski acara berlangsung tertib dan lancar, cuaca mendung menghambat proses pemantauan hilal di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Kecamatan Rubaru Laksanakan Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan UKS di SMP 1 Rubaru

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan itu termasuk perwakilan Kementerian Agama dan pengurus LFNU setempat. Tim pemantau hilal turut melibatkan unsur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk memastikan data astronomi akurat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Mamuri, menyampaikan hasil perhitungan menunjukkan hilal masih negatif di Indonesia. Ia menuturkan bahwa pada 17 Februari 2026 posisi hilal berada di bawah ufuk seluruh wilayah Indonesia.

Karena masih bernilai negatif, hilal dipastikan tidak mungkin terlihat pada sore hari tersebut. Mamuri menjelaskan bahwa ketinggian hilal berbeda-beda namun seluruhnya tetap berada pada posisi minus.

Di Jayapura, ketinggian hilal tercatat sekitar minus dua koma empat puluh satu derajat. Sementara di Tua Pejat, Sumatera Barat, posisi hilal sekitar minus nol koma sembilan puluh tiga derajat.

Data tersebut menegaskan bahwa secara nasional hilal belum memenuhi syarat visibilitas pengamatan. Dengan demikian, laporan dari Malang akan menjadi bagian dokumen nasional penetapan awal Ramadhan.

Hasil rukyat daerah menjadi pertimbangan penting dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pusat. Pemerintah nantinya memutuskan awal Ramadhan berdasarkan kombinasi laporan rukyat dan hisab nasional. Masyarakat pun diminta menunggu keputusan resmi pemerintah terkait awal puasa Ramadhan tahun ini.(*)

Berita Terkait

Rukyatul Hilal di 41 Titik Nihil Hasil, NU Jatim Usulkan Awal Puasa 19 Februari 2026
Perang Mental Dimulai! Mourinho Klaim Benfica Setara Real Madrid di Eropa
Cesc Fàbregas Bersinar di Como 1907, Siap Melangkah ke Panggung Elite Eropa?
Como 1907 Jadi Kejutan Serie A, Zambrotta Optimistis Tiket Liga Champions di Depan Mata
Sambut Ramadan 1447 H, Warga Pakondang Gotong Royong Bersihkan Makam Leluhur
Nahas di Pagi Hari, Pick Up Masuk Jurang Galian Batu di Pragaan
Melalui PWRI Sumenep Bupati Fauzi Dorong Peran Pers Perkuat Literasi hingga Pelosok desa
Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Sumenep Sidak Pasar dan Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:40 WIB

Rukyatul Hilal di 41 Titik Nihil Hasil, NU Jatim Usulkan Awal Puasa 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:28 WIB

Hilal Tak Terlihat di Pasuruan dan Malang, LFNU Pastikan Awal Ramadhan Tunggu Sidang Isbat Pemerintah

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:16 WIB

Perang Mental Dimulai! Mourinho Klaim Benfica Setara Real Madrid di Eropa

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:43 WIB

Cesc Fàbregas Bersinar di Como 1907, Siap Melangkah ke Panggung Elite Eropa?

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:28 WIB

Como 1907 Jadi Kejutan Serie A, Zambrotta Optimistis Tiket Liga Champions di Depan Mata

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:48 WIB

Sambut Ramadan 1447 H, Warga Pakondang Gotong Royong Bersihkan Makam Leluhur

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:59 WIB

Nahas di Pagi Hari, Pick Up Masuk Jurang Galian Batu di Pragaan

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:02 WIB

Melalui PWRI Sumenep Bupati Fauzi Dorong Peran Pers Perkuat Literasi hingga Pelosok desa

Berita Terbaru