Bali, Salam News. Id – Kekuatan wisata olahraga Indonesia semakin diakui dunia internasional melalui berbagai agenda pemusatan latihan klub sepak bola mancanegara ternama. Dua klub raksasa asal Korea Selatan, Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves, memilih Indonesia sebagai lokasi persiapan musim kompetisi.
Keduanya merampungkan pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar, selama hampir tiga pekan penuh. Program latihan berlangsung sejak 13 Januari hingga 2 Februari dengan intensitas tinggi dan jadwal terstruktur.
Kehadiran klub tersebut menegaskan daya tarik Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas internasional. Pelatih Pohang Steelers, Coach Tae-ha, mengungkapkan alasan utama memilih Indonesia sebagai lokasi pemusatan latihan.

Sebelum menentukan pilihan, manajemen tim melakukan inspeksi ke sejumlah negara Asia Tenggara. Thailand dan Vietnam menjadi alternatif yang turut dipertimbangkan sebelum akhirnya menetapkan Indonesia.
Setelah membandingkan fasilitas, lingkungan, dan dukungan infrastruktur, keputusan akhir jatuh pada Bali. Menurut Coach Tae-ha, kualitas lapangan dan fasilitas latihan menjadi faktor penentu utama.
Ia menilai Bali United Training Center memiliki standar profesional yang memenuhi kebutuhan tim. Selain kualitas rumput dan sarana kebugaran, suasana alam Bali turut memberikan kenyamanan maksimal.
Kondisi cuaca yang stabil membantu pemain beradaptasi selama menjalani latihan intensif. Dukungan masyarakat sekitar juga menciptakan atmosfer positif bagi para atlet.
Coach Tae-ha menyebut peluang kembali ke Bali sangat terbuka pada tahun-tahun berikutnya. Ia bahkan mempertimbangkan menjadikan Bali United Training Center sebagai destinasi prioritas.
Keputusan tersebut menunjukkan meningkatnya reputasi Indonesia dalam industri olahraga global. Sport tourism kini menjadi salah satu sektor potensial pendongkrak ekonomi nasional.
Kunjungan klub asing memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan dan transportasi. Selain itu, pelaku usaha lokal turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi signifikan.
Bali tidak hanya menawarkan fasilitas olahraga modern, tetapi juga panorama alam memukau. Keindahan pantai dan budaya lokal menjadi nilai tambah selama masa latihan berlangsung.
Ketersediaan layanan kesehatan bertaraf internasional turut memperkuat daya saing Bali. Di kawasan Sanur, Bali International Hospital menyediakan fasilitas medis canggih.
Rumah sakit tersebut siap menangani cedera atlet dengan teknologi mutakhir. Keberadaan layanan medis berkualitas memberikan rasa aman bagi tim internasional.
Para atlet dapat memperoleh penanganan cepat apabila mengalami cedera saat latihan. Sinergi antara fasilitas olahraga dan layanan kesehatan memperkokoh ekosistem sport tourism.
Pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan wisata olahraga secara berkelanjutan. Program strategis tersebut menjadi bagian dari visi besar pembangunan olahraga nasional.
Kementerian Pemuda dan Olahraga menilai potensi Indonesia sangat menjanjikan. Menpora Erick Thohir menegaskan komitmen memperkuat infrastruktur olahraga nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki kombinasi alam indah dan fasilitas memadai. Potensi tersebut harus dimanfaatkan optimal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga peluang bisnis luas. Event internasional mampu menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia.
Erick Thohir menilai sport tourism dapat menjadi sumber devisa baru. Ia menyebut Indonesia selama ini dikenal karena kekayaan alamnya.
Namun, kekayaan tersebut juga dapat dioptimalkan sebagai arena olahraga terbuka. Pantai, pegunungan, dan kawasan tropis menjadi daya tarik unik.
Keunggulan geografis ini jarang dimiliki negara lain secara bersamaan. Dengan strategi tepat, Indonesia mampu bersaing di kancah global.
Kepercayaan klub Korea Selatan menjadi bukti nyata kemajuan tersebut.
Ke depan, diharapkan lebih banyak tim internasional memilih Indonesia. Sinergi pemerintah dan swasta menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Bali United Training Center menjadi contoh sukses kolaborasi sektor olahraga. Momentum ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sport tourism Asia.(*)











