Mendung Tutupi Langit Tanaros, Hilal Tak Terlihat di Sumenep Meski Sudah di Atas Ufuk

- Pewarta

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Ketua Tim Rukyatul Hilal Kemenag Sumenep, H. Faisal, menyampaikan hasil pemantauan hilal yang dilaksanakan Kamis 19 Maret 2026 petang. Pengamatan tersebut berlangsung di kawasan Pantai Tanaros dengan melibatkan tim resmi dari Kementerian Agama serta sejumlah organisasi keagamaan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, tim tidak berhasil melihat hilal karena kondisi langit di wilayah barat tertutup awan tebal sejak sore. H. Faisal menjelaskan bahwa cuaca mendung menjadi faktor utama yang menghambat proses rukyatul hilal pada pelaksanaan pengamatan kali ini.

Ia menegaskan hasil pengamatan menunjukkan langit barat tidak memungkinkan terlihatnya hilal secara langsung baik menggunakan mata maupun alat optik. Keterangan tersebut disampaikan secara resmi melalui siaran pers setelah kegiatan pengamatan bersama dinyatakan tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Menurutnya, tim telah melakukan pengamatan sesuai prosedur dengan dukungan berbagai pihak dari organisasi keagamaan yang turut hadir. Berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, posisi hilal sebenarnya sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Data menunjukkan matahari terbenam pada pukul 17.36 sementara hilal terbenam pada pukul 17.45 dengan durasi terlihat sembilan menit. Selain itu, tinggi hilal tercatat mencapai dua derajat lebih dengan elongasi lebih dari lima derajat saat pengamatan dilakukan.

Baca Juga :  Siswa Arrifa'iyah Mengisi Kemerdekaan Dengan Semangat Patriotisme, Bagi-Bagi Bendera Pada Petani Dan Pengendara Motor

Kondisi suhu udara saat itu mencapai 29 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar delapan kilometer per jam. Tingkat kelembaban udara juga cukup tinggi, yakni mencapai 79 persen sehingga memengaruhi tingkat kejernihan langit di lokasi pengamatan.

Meskipun secara hisab hilal telah memenuhi kriteria berada di atas ufuk, visibilitas tetap menjadi kendala utama dalam proses rukyat. Hal tersebut menyebabkan tim tidak dapat memastikan keberadaan hilal secara faktual di lapangan baik menggunakan alat bantu maupun mata telanjang.

H. Faisal menambahkan bahwa kondisi seperti ini kerap terjadi dan menjadi tantangan dalam penentuan awal bulan hijriah di Indonesia. Ia memperkirakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini berpotensi jatuh pada tanggal 21 Maret 2026 berdasarkan perhitungan tim.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pusat nantinya. Kemungkinan adanya wilayah lain di Indonesia bagian barat yang memiliki kondisi langit lebih cerah tetap terbuka dalam pengamatan hilal.

Baca Juga :  Puji Festival Ketupat di Pantai Slopeng, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Optimis Wisata Sumenep Go Nasional

Jika di daerah lain hilal berhasil terlihat, maka hal tersebut akan menjadi pertimbangan penting dalam penetapan awal Syawal. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menunggu keputusan resmi pemerintah agar tidak terjadi perbedaan penetapan hari raya.

H. Faisal juga mengimbau masyarakat tetap menjaga persatuan meskipun terdapat potensi perbedaan dalam penentuan hari besar keagamaan. Menurutnya, perbedaan metode antara hisab dan rukyat merupakan hal yang biasa terjadi dalam praktik penentuan kalender hijriah.

Di lokasi pengamatan, terlihat sejumlah perwakilan organisasi keagamaan seperti NU dan LDII turut mengikuti proses rukyat. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan awal bulan secara bersama dan terbuka.

Selain itu, masyarakat umum juga tampak antusias menyaksikan jalannya kegiatan rukyatul hilal di kawasan Pantai Tanaros tersebut. Mereka mengikuti proses pengamatan dengan penuh perhatian meskipun hasil akhirnya hilal tidak berhasil terlihat karena kondisi cuaca.(Red)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi
DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:53 WIB

DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terbaru