Pondok Pesantren Al Usymuni Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-81, Teguhkan Peran Pendidikan

- Pewarta

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pondok Pesantren Al Usymuni menggelar peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bersama lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat nasionalisme, pendidikan karakter, serta tanggung jawab generasi muda mengisi kemerdekaan Indonesia nyata.

Seluruh lembaga pendidikan naungan Yayasan Abdullah Dewi Hasanah turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut tahun ajaran 2026 dengan penuh semangat. Pembina upacara, Dr. Muhammad Sholeh Shobary, M.Pd., menyampaikan bahwa usia kemerdekaan 81 tahun merupakan fase kematangan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak cukup dilakukan melalui seremonial, tetapi harus diwujudkan dengan tindakan nyata yang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari Indonesia. Tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur dinilai bukan sekadar slogan, melainkan kompas untuk mengukur keberhasilan perjuangan kemerdekaan para pahlawan bangsa.

Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus menjadi tujuan bersama bangsa yang diwujudkan melalui pendidikan berkualitas, karakter kuat, dan kepedulian sosial berkelanjutan. Sholeh menjelaskan, tanggung jawab mengisi kemerdekaan berada di ruang kelas, pesantren, kampus, serta lingkungan pendidikan yang membentuk generasi penerus bangsa.

Santri, murid, mahasiswa, guru, ustadz, dan dosen memiliki peran penting dalam menentukan arah perjalanan Indonesia menuju masa depan lebih baik. Berdaulat berarti Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam politik, ekonomi, serta ilmu pengetahuan menghadapi perkembangan dunia yang cepat.

Baca Juga :  Desa Kebunagung Jadi Duta Kampung Pancasila Mewakili Kabupaten Sumenep Ditingkat Provinsi

Bangsa berdaulat tidak mudah didikte, dijajah pemikirannya, maupun bergantung sepenuhnya kepada produk bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian bangsa menghadapi persaingan global semakin ketat.

Sementara itu, keadilan berarti seluruh anak bangsa memperoleh hak yang sama tanpa diskriminasi, termasuk kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Nilai keadilan dapat dimulai melalui tindakan sederhana, seperti guru menilai murid secara objektif dan dosen membimbing mahasiswa penuh tanggung jawab.

Adapun kemakmuran berarti kesejahteraan dirasakan secara merata sehingga masyarakat dapat makan, bersekolah, berobat, bekerja, serta memiliki kesempatan mewujudkan impian hidup. Kemakmuran tersebut hanya dapat dibangun melalui kerja keras, kejujuran, kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas secara bersama seluruhnya.

Dalam dunia pendidikan, santri dan murid menjadi penerus tongkat estafet kemerdekaan yang bertanggung jawab membangun Indonesia melalui pembelajaran sungguh-sungguh nasional. Sholeh menegaskan bahwa bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan sulit berdaulat, sedangkan bangsa malas tidak akan mencapai kemakmuran berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Lakukan Penyaluran Bantuan Pangan tahun 2024 di Desa Guluk-Guluk

Selain cerdas secara intelektual, santri dan murid juga dituntut memiliki akhlak karimah, menjaga iman, ibadah, serta mencintai tanah air Indonesia. Menurutnya, semangat hubbul wathon minal iman harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap bangsa, lingkungan, masyarakat, serta masa depan generasi muda Indonesia.

Santri dan murid setidaknya memiliki tiga tugas utama, yakni cerdas intelektual, kuat spiritual, dan peduli sosial melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Sementara guru, ustadz, dan dosen merupakan nahkoda yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membentuk karakter, memberikan keteladanan kepada siswa.

Tugas pendidik meliputi mengajar, menjadi teladan, dan mengabdi kepada masyarakat melalui ilmu untuk menciptakan generasi cerdas, berkarakter, serta berdaya saing. Dari tangan pendidik lahir dokter, insinyur, ulama, pemimpin, pengusaha, serta berbagai profesi lainnya yang menentukan kemajuan Indonesia pada masa mendatang.

Peringatan kemerdekaan ke-81 di Pondok Pesantren Al Usymuni diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen pendidikan menuju Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.(Red)

Berita Terkait

Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian
Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak
Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan
Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran
Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 1 September 2026 - 15:04 WIB

Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Berita Terbaru