246 Desa di Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Pemkab Matangkan Persiapan dan Anggaran

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski jadwal pelaksanaan telah diproyeksikan berlangsung pada penghujung tahun 2027, tahapan resmi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sumenep memilih mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak dini agar seluruh proses pelaksanaan Pilkades dapat berjalan tertib dan sesuai aturan.

Seluruh biaya penyelenggaraan Pilkades Serentak dipastikan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan hingga kini pemerintah belum menetapkan tahapan pelaksanaan secara resmi.

Menurutnya, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis sebagai dasar penyusunan jadwal, mekanisme, serta tahapan penyelenggaraan Pilkades secara menyeluruh. Achmad Dzulkarnain menjelaskan sebanyak 246 desa dipastikan mengikuti Pilkades Serentak yang diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2027 mendatang.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menetapkan jadwal sebelum seluruh regulasi dari pemerintah pusat diterima secara lengkap dan menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh tahapan Pilkades memiliki kepastian hukum sehingga mampu menghindari berbagai potensi persoalan selama proses penyelenggaraan berlangsung.

Baca Juga :  Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno Meresmikan Rumah Kemasan Bagi Pelaku UMKM Sumenep.

Menurutnya, kepastian regulasi sangat penting karena menjadi pedoman seluruh panitia maupun pemerintah desa dalam melaksanakan setiap tahapan pemilihan kepala desa. Selain mempersiapkan regulasi, pemerintah daerah juga mulai menghitung kebutuhan anggaran sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Pilkades.

Seluruh anggaran penyelenggaraan akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui APBD dengan besaran dana disesuaikan kebutuhan setiap desa yang melaksanakan pemilihan. Besaran anggaran tersebut diperkirakan berkisar antara Rp70 juta hingga Rp120 juta untuk setiap desa yang mengikuti Pilkades Serentak tahun 2027.

Perbedaan kebutuhan anggaran dipengaruhi jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang dimiliki masing-masing desa sehingga kebutuhan operasional juga berbeda-beda. Semakin besar jumlah pemilih dalam suatu desa, maka kebutuhan biaya penyelenggaraan Pilkades dipastikan akan meningkat mengikuti kebutuhan teknis di lapangan.

Pemerintah daerah kini mulai memetakan berbagai kebutuhan teknis maupun administrasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda demokrasi desa terbesar tersebut. Pemetaan dilakukan agar seluruh perangkat pendukung, mulai panitia hingga instansi terkait, dapat bekerja secara efektif ketika tahapan resmi diumumkan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Waspadai Flu Singapura, Anggota DPRD Jatim Imbau Warga Sumenep Tingkatkan Kewaspadaan

Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah juga terus diperkuat guna memastikan seluruh unsur pendukung memiliki kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2027. Pemerintah berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga pelaksanaan Pilkades nantinya berlangsung sesuai jadwal tanpa mengalami hambatan berarti.

Pelaksanaan Pilkades Serentak 2027 diperkirakan menjadi agenda demokrasi terbesar di tingkat desa karena melibatkan ratusan desa secara bersamaan dalam satu momentum. Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin desa yang memiliki komitmen membangun daerah secara berkelanjutan dan transparan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi tetap kondusif selama proses persiapan hingga pelaksanaan Pilkades berlangsung nantinya. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah optimistis penyelenggaraan Pilkades Serentak dapat terlaksana secara aman, tertib, jujur, serta menghasilkan pemimpin berkualitas.

Kepala desa terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan pemerintahan desa secara profesional, berintegritas, serta mendorong percepatan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.(*/Red)

Berita Terkait

Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian
Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak
Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan
Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan
Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 1 September 2026 - 15:04 WIB

Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep

Berita Terbaru