Bahasa Madura Tak Boleh Sekadar Jadi Warisan, Disdik Sumenep Cetak Guru Penggerak Revitalisasi

- Pewarta

Rabu, 23 September 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Revitalisasi Bahasa Madura terus digencarkan Dinas Pendidikan Sumenep melalui penguatan kompetensi guru sebagai langkah menjaga warisan budaya daerah secara berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Guru Utama Bahasa Daerah Madura jenjang SMP 2026 untuk memperkuat kompetensi pendidik.

Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 3 Sumenep dengan menghadirkan guru pilihan sebagai penggerak revitalisasi bahasa daerah di lingkungan pendidikan berkelanjutan. Bimtek tersebut menjadi momentum strategis meningkatkan kapasitas pendidik agar pembelajaran Bahasa Madura semakin menarik, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Muhamad Iksan menegaskan pentingnya menjaga Bahasa Madura sebagai identitas masyarakat dan warisan budaya daerah. Menurutnya, Bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda secara turun-temurun dengan bangga.

Karena itu, sekolah dinilai memiliki posisi penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa, budaya, serta nilai kearifan lokal melalui pembelajaran. Melalui Guru Utama, revitalisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Bimtek, tetapi berlanjut dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari pada sekolah masing-masing sendiri.

Guru Utama didorong menjadi teladan sekaligus penggerak yang mampu mengajak guru lain menggunakan Bahasa Madura secara kreatif dalam lingkungan sekolah. Peran tersebut penting agar Bahasa Madura semakin dekat dengan kehidupan siswa dan tidak terasa sebagai pelajaran semata dalam kegiatan pembelajaran.

Baca Juga :  MH Said Abdullah Ketua DPD Jawa Timur Optimistis Pasangan Fauzi-Imam Raih 70 Persen Suara di Pilkada Sumenep

Dalam Bimtek, peserta memperoleh penguatan langsung dari tiga maestro Bahasa Madura yang memiliki pengalaman dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian bahasa. Ketiga maestro tersebut ialah Avan Fathorrahman, M.Pd., H. Abdul Azis, S.Pd., M.Pd., dan Miswan, S.Pd., yang berpengalaman dalam kebahasaan lokal.

Kehadiran para maestro memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena materi disampaikan melalui perpaduan pengetahuan, praktik, dan pengalaman kebahasaan secara langsung. Peserta tidak hanya menerima teori kebahasaan, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai tantangan mempertahankan Bahasa Madura saat ini di tengah perubahan.

Penguatan tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih komunikatif, menyenangkan, serta sesuai karakter peserta didik di jenjang SMP langsung. Bahasa Madura juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan sekolah, sehingga penggunaannya dapat tumbuh secara alami dalam keseharian peserta didik.

Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sumenep melaksanakan kegiatan tersebut di bawah koordinasi Kepala Bidang Pembinaan SMP secara terarah dan berkelanjutan. Kepala Bidang Pembinaan SMP H. Erdiyanto, S.Pd., M.Si., menilai Guru Utama memiliki peran penting dalam keberlanjutan program revitalisasi Bahasa Madura.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Lantik Komisioner Komisi Informasi, Tegaskan Komitmen Keterbukaan di Sumenep

Menurutnya, pengetahuan dari Bimtek harus dibawa kembali ke sekolah dan dibagikan kepada guru lainnya agar manfaatnya dirasakan secara lebih luas. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga meluas kepada lingkungan pendidikan di setiap sekolah merata dan berkelanjutan.

Revitalisasi Bahasa Madura membutuhkan kolaborasi antara sekolah, guru, peserta didik, keluarga, dan masyarakat agar hasilnya semakin kuat melalui komitmen bersama. Semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga bahasa daerah tetap digunakan, dipelajari, dan diwariskan lintas generasi secara konsisten kepada generasi muda.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam merawat jati diri masyarakat Sumenep di tengah perkembangan zaman melalui pendidikan dan kebudayaan. Bahasa Madura tidak cukup dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus terus hidup melalui penggunaan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dari Bimtek ini, semangat revitalisasi diharapkan bergerak dari guru kepada siswa, dari sekolah menuju masyarakat secara berkelanjutan dan penuh kesadaran.(W/Red)

Berita Terkait

GenRe Choice Awards 9.0 Sumenep 2026, Dua Remaja Torehkan Prestasi dan Bawa Program Inspiratif
Pimpin Apel HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis
Piala AF Sport U-17 Segera Bergulir, Puluhan Klub Sumenep Siap Adu Talenta
KKN Posko 40 Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi Sehat dengan Anak di Era Digital
Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan
Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian
Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak
Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:06 WIB

Bahasa Madura Tak Boleh Sekadar Jadi Warisan, Disdik Sumenep Cetak Guru Penggerak Revitalisasi

Selasa, 22 September 2026 - 22:12 WIB

GenRe Choice Awards 9.0 Sumenep 2026, Dua Remaja Torehkan Prestasi dan Bawa Program Inspiratif

Selasa, 22 September 2026 - 22:04 WIB

Pimpin Apel HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis

Sabtu, 19 September 2026 - 21:49 WIB

Piala AF Sport U-17 Segera Bergulir, Puluhan Klub Sumenep Siap Adu Talenta

Jumat, 18 September 2026 - 14:31 WIB

KKN Posko 40 Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi Sehat dengan Anak di Era Digital

Kamis, 17 September 2026 - 14:28 WIB

Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak

Berita Terbaru