Sumenep, Salam News. id – Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sumenep diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan tanpa makna nyata. Semangat perjuangan para santri harus terus dirawat melalui kegiatan keagamaan, penguatan akhlak mulia, serta kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Sumenep, M. Said, saat menghadiri kegiatan DRT Gemar Bersholawat di Rubaru. M. Said hadir mewakili Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Banasare, Sabtu malam.
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri sekaligus wadah mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat setempat. Di hadapan ribuan jamaah, M. Said mengingatkan bahwa perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan kaum santri.
Para santri dan ulama memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun kehidupan bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian. Karena itu, momentum Hari Santri harus menjadi pengingat bersama untuk menjaga semangat perjuangan serta meneruskan pengabdian para pendahulu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DRT serta seluruh panitia penyelenggara kegiatan ini,” katanya. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri yang dilaksanakan masyarakat memperoleh keberkahan dan menjadi amal kebaikan di hadapan Allah.
Menurut M. Said, peringatan Hari Santri seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu meningkatkan kualitas serta kreativitas generasi santri. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan masyarakat dan bangsa.
“Santri harus terus berjuang, berinovasi, serta melakukan berbagai hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” tegasnya kepada jamaah. Berbagai perlombaan dan kegiatan yang sebelumnya digelar panitia menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan potensi terbaiknya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan warna tersendiri dalam peringatan Hari Santri Nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih produktif. Dalam kesempatan itu, M. Said turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gus Hayyon yang dikenal aktif berdakwah dan menyebarkan syiar Islam.
Kehadiran tokoh agama tersebut di tengah masyarakat Desa Banasare dinilai memberikan semangat sekaligus pencerahan melalui tausiah dan mauizah hasanah. Meski memiliki berbagai kesibukan, Gus Hayyon tetap meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pesan keagamaan bersama masyarakat Kecamatan Rubaru.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kegiatan berselawat seperti ini mampu membawa keberkahan bagi daerah serta memperkuat kehidupan masyarakat yang religius. M. Said berharap Sumenep menjadi daerah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni wilayah yang baik, makmur, dan mendapatkan ampunan Allah.
Kegiatan DRT Gemar Bersholawat berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Rubaru, para kiai, dan tokoh masyarakat. Turut hadir pula Owner DRT The Big Family, H. Shofwan Wahyudi atau yang akrab dikenal masyarakat dengan sapaan H. Udik DRT.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat semakin menambah semarak kegiatan yang tidak hanya menjadi ruang berselawat, tetapi juga memperkuat silaturahmi bersama. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat.
Melalui DRT Gemar Bersholawat, semangat Hari Santri diharapkan terus tumbuh dan tidak berhenti setelah rangkaian peringatan tahunan berakhir. Nilai keagamaan, persaudaraan, perjuangan, dan kepedulian sosial diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Sumenep menuju masa depan. Dengan semangat tersebut, generasi santri diharapkan terus mengambil peran dalam menjaga nilai bangsa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(W)











