Duka di Misi Perdamaian: Serangan Israel Hantam Pangkalan UNIFIL, Personel Indonesia Tewas

- Pewarta

Senin, 30 Maret 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Internasional,Salam News. Id – Serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Lebanon selatan, melibatkan Israel yang menargetkan pangkalan pasukan penjaga perdamaian internasional. Pangkalan tersebut diketahui ditempati oleh personel dari Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL di kawasan konflik.

Insiden ini memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas kawasan perbatasan yang terus memanas. Seorang anggota kontingen dilaporkan gugur setelah terkena serpihan rudal yang menghantam area sekitar pangkalan pada malam hari tersebut.

Kabar duka tersebut segera menyebar dan menjadi perhatian publik, khususnya di Indonesia, mengingat keterlibatan langsung prajurit dalam misi internasional tersebut. Serangan terjadi di pangkalan yang berlokasi di Aadshit al-Qusayr, wilayah strategis di distrik Marjayoun, Lebanon selatan yang rawan konflik bersenjata.

Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, lokasi tersebut menjadi titik penting operasi penjaga perdamaian PBB. Media lokal Al Jadeed News juga melaporkan adanya korban jiwa serta sejumlah korban luka akibat ledakan tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Sumenep dan Bea Cukai Madura Kampanyekan Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal Lewat JJS HSN 2023

Helikopter terlihat dikerahkan untuk mengevakuasi korban luka dari lokasi kejadian menuju fasilitas medis terdekat demi mendapatkan penanganan cepat. Situasi di lapangan dilaporkan masih tegang, dengan aktivitas militer yang meningkat dan kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan di kawasan tersebut.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengonfirmasi adanya ledakan yang terjadi di salah satu posisi pasukan penjaga perdamaian. Ia menyampaikan bahwa beberapa personel mengalami luka-luka akibat proyektil yang meledak di dekat lokasi tempat mereka bertugas malam itu.

Pernyataan tersebut memperkuat laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa insiden ini berdampak langsung terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional. Ardiel menjelaskan bahwa ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan situasi darurat di dalam area pangkalan yang diserang tersebut.

Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa proyektil meledak di dekat Adshit al-Qusayr, menyebabkan korban dari kalangan penjaga perdamaian. Selain korban luka, satu personel dilaporkan meninggal dunia secara tragis akibat dampak langsung dari ledakan tersebut di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Tinjau KDMP Sendang, Kasdam V/Brawijaya Tegaskan Komitmen Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa

Korban lain dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis yang telah disiapkan pihak terkait. Pihak UNIFIL menegaskan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti serta asal proyektil tersebut.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan yang menimpa pangkalan penjaga perdamaian tersebut. Ketidakjelasan ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Lebanon selatan yang sejak lama menjadi wilayah dengan tensi konflik tinggi.

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip perlindungan personel misi damai. Komunitas internasional diharapkan segera memberikan respons serta mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden yang menimbulkan korban jiwa ini.

Pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengambil langkah diplomatik untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang bertugas di wilayah konflik. Insiden ini kembali menegaskan risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan misi kemanusiaan di daerah rawan konflik global.(**/Red)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa
Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban
Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17
Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara
23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:11 WIB

23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terbaru