Jakarta, Salam News. Id – Timnas Indonesia akan menghadapi ujian lintas benua bergengsi dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi skuad Garuda untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari konfederasi berbeda dunia.
Selain itu, ajang internasional tersebut dipastikan menjadi laga debut resmi pelatih anyar, John Herdman bersama tim nasional. Indonesia dipercaya FIFA sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan FIFA Series 2026 kawasan Asia. Kepercayaan tersebut menjadi bukti peningkatan reputasi sepak bola nasional di mata federasi sepak bola dunia.
Tiga negara dari konfederasi berbeda dipastikan hadir dan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Negara peserta tersebut adalah Bulgaria dari Eropa, Kepulauan Solomon dari Oseania, serta Saint Kitts dan Nevis. Seluruh pertandingan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan format semifinal dan final.

Format turnamen mempertemukan dua pasangan laga awal untuk menentukan tim yang lolos ke final. Sementara dua tim yang kalah pada laga pembuka tetap bertanding memperebutkan posisi ketiga turnamen. Sebagai tuan rumah, Indonesia yang kini menempati peringkat 122 dunia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis.
Tim asal kawasan CONCACAF tersebut saat ini berada di posisi 154 ranking dunia FIFA. Pertandingan lainnya mempertemukan Bulgaria yang menempati peringkat 88 dunia menghadapi Kepulauan Solomon. Kepulauan Solomon tercatat berada pada peringkat 152 dunia dan siap memberi kejutan di turnamen.
Dua pertandingan pembuka dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026 di Jakarta. Laga pertama mempertemukan Bulgaria kontra Kepulauan Solomon pada pukul 15.30 WIB sore hari. Pertandingan kedua dilanjutkan dengan duel Indonesia melawan Saint Kitts dan Nevis pukul 20.00 WIB.
Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno diprediksi meriah dengan dukungan penuh suporter Merah Putih. Pemenang dari masing-masing laga pembuka akan saling berhadapan pada partai final turnamen. Partai final FIFA Series 2026 dijadwalkan berlangsung Senin, 30 Maret 2026 malam hari.
Sebelumnya, perebutan tempat ketiga akan digelar pada hari yang sama pukul 15.30 WIB. Turnamen ini dinilai menarik karena mempertemukan wakil Eropa, Oseania, Asia, dan kawasan CONCACAF. Perbedaan karakter permainan tiap benua diyakini menghadirkan tantangan taktis bagi seluruh peserta.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi kesempatan berharga meningkatkan pengalaman internasional pemain muda. Sorotan utama tentu tertuju pada debut pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut resmi diperkenalkan PSSI pada Januari 2026 menggantikan Patrick Kluivert.
Pergantian kursi pelatih dilakukan setelah federasi mengakhiri kerja sama dengan Kluivert sebelumnya. FIFA Series 2026 pun menjadi langkah awal Herdman membangun fondasi permainan skuad Garuda. Menariknya, Herdman mengaku tidak asing menghadapi Saint Kitts dan Nevis sebelumnya.
Saat melatih Kanada, ia pernah berjumpa tim tersebut pada ajang kualifikasi CONCACAF. Kala itu, Kanada meraih kemenangan tipis berkat gol tunggal yang memastikan hasil positif. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Herdman mempersiapkan strategi menghadapi lawan serupa.
Ia menyatakan sudah memahami karakter permainan tim dari kawasan Amerika Utara tersebut. Meski demikian, Herdman tetap menegaskan pentingnya fokus dan persiapan matang bagi pemain. Menurutnya, setiap pertandingan internasional memiliki dinamika berbeda yang tidak bisa diremehkan.
Ia ingin memastikan Timnas Indonesia tampil disiplin, solid, serta percaya diri sepanjang laga. Herdman juga melihat turnamen ini sebagai sarana membangun mental bertanding level internasional. Menghadapi lawan dari benua berbeda dianggap mampu meningkatkan adaptasi taktik skuad Garuda.
Para pemain diharapkan menunjukkan perkembangan signifikan dalam aspek teknik maupun strategi permainan. Dukungan publik Jakarta diyakini menjadi energi tambahan bagi Indonesia meraih hasil maksimal. FIFA Series 2026 diharapkan menjadi awal era baru yang menjanjikan bagi perjalanan tim nasional.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi persahabatan, melainkan panggung pembuktian kualitas Indonesia. Apabila tampil konsisten, Indonesia berpeluang melangkah ke final dan merebut gelar juara. Sebaliknya, hasil kurang maksimal tetap menjadi pelajaran berharga untuk evaluasi menyeluruh.
Dengan persiapan optimal, Timnas Indonesia diharapkan mampu menjawab ekspektasi tinggi masyarakat. Seluruh mata pecinta sepak bola nasional kini tertuju pada kiprah Garuda akhir Maret mendatang. Momentum ini menjadi kesempatan emas memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan global.(*)











