Sumenep, Salam News. Id – Polres Sumenep menggelar inspeksi mendadak terhadap penjual kembang api selama bulan suci Ramadhan demi menjaga ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto bersama sejumlah pejabat utama kepolisian setempat lainnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, serta jajaran Humas Polres Sumenep. Inspeksi dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi peredaran petasan berdaya ledak tinggi yang meresahkan masyarakat luas.
Petasan dengan kekuatan besar kerap mengganggu warga ketika menjalankan ibadah puasa maupun saat beristirahat malam hari. Suara ledakan keras dinilai berpotensi menimbulkan keresahan, bahkan membahayakan keselamatan pengguna maupun masyarakat sekitar tempat tinggal.

Dalam sidak tersebut, Kapolres mendatangi langsung toko Bintang Plastik II yang menjual kembang api di wilayah kota. Kunjungan itu bertujuan memastikan aktivitas penjualan berjalan sesuai ketentuan serta tidak melanggar aturan berlaku. Kapolres menegaskan kegiatan ini bagian dari antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan berlangsung.
Ia menyampaikan pentingnya menjaga kenyamanan warga Kabupaten Sumenep ketika menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Menurutnya, meningkatnya penjualan petasan saat Ramadhan harus diimbangi pengawasan ketat demi mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Pihak kepolisian memberikan imbauan langsung kepada pedagang mengenai risiko bahaya penggunaan petasan berdaya ledak tinggi. Pedagang diingatkan agar tidak menjual mercon yang melanggar ketentuan maupun berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
Kapolres juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama selama bulan suci Ramadhan berlangsung. Selain membahayakan keselamatan, petasan dinilai mengganggu ketenangan masyarakat ketika beribadah maupun beristirahat bersama keluarga.
Polres Sumenep sebelumnya telah menyosialisasikan larangan penggunaan mercon kepada masyarakat melalui berbagai kesempatan. Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah kejadian tidak diinginkan akibat penggunaan bahan peledak ilegal.
Kapolres menjelaskan pengecekan dilakukan khusus pada toko yang memiliki izin resmi penjualan kembang api. Pemeriksaan meliputi kesesuaian barang dijual dengan daftar produk yang telah diizinkan produsen dan otoritas terkait.
Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi penjualan melebihi batas jenis barang sesuai perizinan berlaku. Di Kabupaten Sumenep, hanya satu toko yang tercatat memiliki izin resmi penjualan kembang api.
Toko tersebut adalah Bintang Plastik II yang menjadi fokus pemeriksaan dalam kegiatan sidak tersebut. Petugas memastikan seluruh barang tersedia sesuai daftar perizinan tanpa adanya tambahan produk terlarang.
Jika ditemukan pelanggaran, kepolisian memastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan berlaku. Kapolres menegaskan tidak akan mentoleransi penjual mercon berdaya ledak tinggi yang membahayakan keselamatan publik.
Seluruh pedagang diminta berhati-hati dalam menjajakan dagangan agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat luas. Polres Sumenep mengajak pedagang turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadhan berlangsung.
Kerja sama antara aparat dan pedagang dinilai penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi warga. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh jajaran Polres, tetapi juga melibatkan Polsek di wilayah hukum masing-masing.
Selain itu, jajaran intelijen kepolisian turut memantau peredaran kembang api secara intensif. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan tidak ada peredaran petasan ilegal di masyarakat.
Upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Polri menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sumenep. Kepolisian berharap masyarakat turut berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas penjualan mercon ilegal.
Dengan langkah preventif tersebut, diharapkan suasana Ramadhan di Sumenep tetap aman, nyaman, dan kondusif. Polres Sumenep menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan hingga perayaan Idul Fitri mendatang.
Seluruh jajaran diminta siaga memantau potensi gangguan keamanan demi menjaga ketenangan masyarakat. Kapolres berharap kesadaran bersama mampu menciptakan Ramadhan penuh kedamaian tanpa gangguan ledakan petasan. Melalui sinergi aparat dan warga, keamanan Kabupaten Sumenep diharapkan tetap terjaga sepanjang bulan suci.(*)











