Ramadhan 2026 Dimulai Berbeda: Timur Tengah Puasa Rabu, Asia Tenggara Kamis

- Pewarta

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah resmi memulai ibadah puasa Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan hasil rukyat. Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Selain itu, Bahrain, Palestina, Sudan, serta Tunisia juga menetapkan awal puasa serentak. Kemudian Lebanon dan Yaman turut mengumumkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu berdasarkan pengamatan hilal resmi.

Penetapan tersebut dilakukan setelah otoritas keagamaan masing-masing negara memastikan hilal terlihat usai matahari terbenam di wilayah barat. Sementara itu, sejumlah negara lain memulai puasa sehari setelahnya, tepatnya pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang.

Negara yang memulai Kamis di antaranya Turki, Mesir, dan Suriah. Berikutnya Yordania, Oman, serta Aljazair juga mengawali ibadah puasa pada Kamis. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura menetapkan awal Ramadhan Kamis. Kemudian Thailand dan Brunei juga menyatakan puasa dimulai Kamis setelah sidang isbat nasional.

Negara Asia Selatan seperti Pakistan serta Jepang ikut menetapkan awal puasa pada Kamis. Di kawasan Afrika Utara, Maroko dan Libya juga mengumumkan puasa dimulai 19 Februari 2026.

Baca Juga :  Penghujung Ramadhan 1444 H, DPC PWRI Sumenep Beri Santunan Anak Yatim dan Abang Becak

Sementara itu, Australia turut memulai ibadah puasa Kamis mengikuti keputusan otoritas keislaman setempat. Negara Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Azerbaijan memulai puasa Kamis sesuai hasil observasi. Begitu pula Kazakhstan dan Kirgizstan yang menetapkan awal Ramadhan pada Kamis. Terakhir, Iran juga mengumumkan awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan awal puasa tersebut berkaitan erat dengan fenomena astronomi ijtimak antara bulan dan matahari. Ijtimak atau konjungsi terjadi ketika posisi bulan berada di sisi barat dan sejajar dengan matahari.

Kondisi tersebut membuat wilayah barat bumi berpeluang lebih dahulu melihat hilal dibanding kawasan timur. Sebaliknya, fase oposisi atau istiqbal terjadi ketika bulan berada di sisi timur berhadapan dengan matahari.

Jika secara bujur posisi bulan dan matahari tepat membentuk garis lurus, maka berpotensi terjadi gerhana. Gerhana bulan berlangsung saat fase oposisi, sedangkan gerhana matahari terjadi ketika konjungsi sempurna.

Baca Juga :  Bupati Sumenep gelar parade Musik Tong-tong Warnai Bulan Bung Karno di Sumenep

Namun gerhana tidak terjadi setiap bulan karena lintasan benda langit berbentuk elips dan miring. Kemiringan orbit bulan terhadap bumi membuat peristiwa gerhana hanya terjadi pada waktu tertentu saja.

Fenomena tersebut menunjukkan keteraturan kosmik yang menghadirkan harmoni dalam pergerakan benda langit. Perbedaan awal Ramadhan pun menjadi bagian dari dinamika ilmiah sekaligus keindahan langit semesta.

Umat Islam di berbagai negara tetap menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita dan kebersamaan. Meski berbeda hari memulai, tujuan ibadah tetap sama, yakni meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan.

Keindahan langit dengan beragam bentuk dan peristiwanya menjadi pengingat kebesaran Sang Pencipta alam. Peristiwa astronomi itu sekaligus memperlihatkan hubungan erat antara ilmu falak dan praktik ibadah.

Dengan demikian, perbedaan awal puasa merupakan konsekuensi ilmiah dari dinamika pergerakan bulan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa sains dan keyakinan berjalan berdampingan dalam kehidupan umat manusia. Ramadhan pun kembali hadir membawa pesan persatuan di tengah keberagaman waktu dan wilayah dunia.(*/Red)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa
Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban
Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17
Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara
23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:11 WIB

23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terbaru