Sumenep, Salam News. Id – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten Sumenep meningkatkan pengawasan harga bahan pokok masyarakat secara menyeluruh. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pemerintah daerah bergerak penuh memastikan stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat kecil.
Ia menekankan tidak boleh terjadi lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Ramadan karena dapat menekan daya beli warga. Pernyataan itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Anom Baru Sumenep pada Jumat 13 Februari 2026 pagi.
Dalam sidak tersebut, Bupati berdialog langsung dengan pedagang serta memantau harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, kondisi harga di lapangan memang bervariasi antara satu pedagang dengan pedagang lainnya sehingga perlu pengawasan ketat.

Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan, namun sebagian lainnya masih stabil bahkan ada yang menunjukkan penurunan harga. Ia menilai variasi harga tersebut masih dalam batas kewajaran selama tidak terjadi lonjakan signifikan menjelang Ramadan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang merah dengan perbedaan harga cukup mencolok antar pedagang. Di satu lapak harga bawang terpantau lebih tinggi, sementara pedagang lain menjual dengan harga relatif lebih rendah.
Perbedaan tersebut menjadi catatan penting bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Sumenep untuk ditindaklanjuti segera. Bupati memastikan tim terkait rutin turun langsung ke pasar guna melakukan pemantauan harga secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah memperoleh data riil kondisi pasar menjelang meningkatnya kebutuhan selama Ramadan. Ia tidak ingin masyarakat menghadapi kenaikan harga mendadak saat memasuki awal bulan suci penuh berkah.
Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan strategi pengendalian inflasi sejak jauh hari sebelumnya. Setiap pekan, jajaran Pemkab Sumenep menggelar rapat koordinasi khusus membahas perkembangan harga bahan pokok.
Forum tersebut bertujuan merumuskan langkah cepat apabila ditemukan indikasi kenaikan harga tidak terkendali. Menurutnya, kenaikan sejumlah komoditas secara bersamaan dapat memicu inflasi daerah meningkat tajam.
Jika inflasi melonjak, dampaknya langsung terasa pada kondisi ekonomi rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, pengendalian harga menjadi prioritas utama pemerintah daerah menjelang Ramadan tahun ini.
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng. Kedua kebutuhan pokok tersebut memiliki peran vital dalam konsumsi masyarakat sehari-hari selama Ramadan.
Untuk komoditas beras, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Bulog guna memastikan ketersediaan stok aman. Stok beras disebut telah dipersiapkan sejak jauh hari sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan pasar.
Ia menegaskan, ketersediaan stok yang cukup akan membantu menjaga harga tetap stabil di pasaran. Sebaliknya, jika pasokan berkurang, maka potensi kenaikan harga sulit untuk dihindari sepenuhnya.
Selain memastikan pasokan mencukupi, pengawasan distribusi juga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Pemerintah tidak ingin terjadi hambatan distribusi yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.
Bupati juga memberikan peringatan keras terhadap praktik penimbunan barang kebutuhan pokok. Menurutnya, tindakan spekulatif yang merugikan masyarakat tidak akan ditoleransi oleh pemerintah daerah.
Siapa pun yang mencoba memainkan harga demi keuntungan pribadi akan ditindak tegas sesuai aturan berlaku. Pemerintah daerah hadir untuk melindungi kepentingan masyarakat dari potensi kecurangan pasar.
Upaya pengawasan dilakukan melalui koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat. Selain itu, laporan perkembangan harga juga disampaikan secara berkala kepada pemerintah pusat.
Langkah koordinatif tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan berlangsung. Dengan kondisi harga yang terkendali, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan kebutuhan pokok. Melalui pengawasan intensif serta sinergi lintas sektor, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga sepanjang Ramadan.(Red)











