Sumenep, Salam News. Id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep melaksanakan pembinaan lansia di Kecamatan Kalianget pada Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kalianget Barat dan Desa Kalianget Timur pada pekan ketiga bulan Februari.
Program pembinaan itu menyasar masyarakat usia lanjut sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan berkelanjutan di tingkat desa. Petugas dari Dinkes P2KB bersama tenaga kesehatan Puskesmas Kalianget melakukan kunjungan langsung kepada para lansia. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi sekaligus anjangsana guna mempererat komunikasi antara petugas dan warga.
Para lansia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang juga dihadiri perangkat desa setempat. Kehadiran aparatur desa Kalianget Barat dan Kalianget Timur menunjukkan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat tersebut.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, M.Kes, menyampaikan pentingnya pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Desi Febriyana, disampaikan bahwa PHBS penting bagi kelompok lansia. Pembinaan PHBS bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik, mental, dan sosial. Menurut Desi, kesadaran diri menjadi kunci utama menjaga kesehatan pada usia lanjut.
PHBS juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif. Upaya tersebut sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat. Para lansia diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Sosialisasi mencakup edukasi tentang kebersihan diri, kebersihan lingkungan, serta pola makan teratur. Selain itu, lansia diingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas pelayanan terdekat. Kontrol tekanan darah secara berkala menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan tersebut.
Petugas menekankan pentingnya kunjungan rutin ke puskesmas maupun posyandu lansia. Peningkatan pengetahuan diharapkan mampu menekan risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus. Materi edukasi juga membahas bahaya kadar kolesterol tinggi bagi kesehatan jantung.
Lansia diberikan panduan mengenai diet gizi seimbang sesuai kebutuhan usia. Menu makanan rendah garam, gula, dan lemak diperkenalkan sebagai langkah pencegahan. Para peserta tampak aktif berdiskusi mengenai keluhan kesehatan yang sering dialami.
Petugas kesehatan memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan di rumah masing-masing. Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi pemeriksaan kesehatan dasar bagi peserta. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan antara petugas dan warga.
Program tersebut menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat lansia. Desi menjelaskan bahwa lansia sehat dapat tetap aktif dan produktif. Produktivitas lansia dinilai penting dalam menjaga keseimbangan sosial keluarga.
Dengan tubuh sehat, lansia mampu berperan sebagai panutan generasi muda. Pembinaan ini juga mendorong kemandirian dalam menjaga kondisi kesehatan pribadi. Kemandirian tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan pada anggota keluarga lainnya.
Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga. Perubahan perilaku dimulai dari individu kemudian berdampak pada keluarga. Selanjutnya, keluarga sehat akan membentuk masyarakat desa yang sehat.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memperluas program serupa ke desa lain. Pembinaan berkelanjutan dianggap penting untuk menghadapi peningkatan jumlah lansia. Data menunjukkan angka harapan hidup masyarakat terus mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut menuntut perhatian lebih terhadap kesehatan usia lanjut. Melalui PHBS, lansia diharapkan memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesadaran menjaga kesehatan sejak dini akan berdampak positif jangka panjang.
Petugas juga mengajak keluarga mendukung kebiasaan hidup sehat lansia. Peran keluarga dinilai sangat menentukan keberhasilan penerapan PHBS. Dengan dukungan bersama, risiko penyakit kronis dapat ditekan secara signifikan. Kegiatan di Kalianget menjadi contoh sinergi pemerintah dan masyarakat.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan edukasi kesehatan lansia. Dinkes P2KB berharap kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap tahun. Upaya ini menjadi bagian strategi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumenep. Pada akhirnya, lansia sehat akan menciptakan keluarga kuat dan harmonis. Program pembinaan PHBS menjadi langkah nyata membangun masyarakat sehat berkelanjutan.(*)











