Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh pada 1 Maret 2025, Pemerintah Harap Idul Fitri Serentak dan Rukun di Indonesia

- Pewarta

Jumat, 28 Februari 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Salam News. Id – Pemerintah Indonesia telah mengumumkan hasil sidang isbat yang memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sebuah konferensi pers di kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat pada Jumat, 28 Februari 2025. Penetapan tanggal tersebut berdasarkan laporan pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan yang diterima menunjukkan ketinggian hilal berkisar antara 3 derajat 5,91 menit hingga 4 derajat 40,96 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 47,3 menit hingga 6 derajat 24,14 menit.

Ucapan KPU-HPN 2025

Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa kemungkinan pelaksanaan puasa Ramadhan 1446 Hijriah akan dilakukan serentak, baik oleh pemerintah maupun oleh Muhammadiyah.

Ia menyampaikan harapannya agar perayaan Idul Fitri juga dapat dilaksanakan secara bersamaan. “Karena waktu yang diperkirakan masih minus derajatnya, saya berharap Muhammadiyah dan NU bisa sepakat dalam penetapan tersebut,” ujarnya.

Sidang isbat ini juga memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan mengenai awal bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Menurut Nasaruddin, kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaksanaan ibadah di Indonesia, yang dikenal sebagai negara dengan keberagaman yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Tiga Perenungan Ibrahim bin An’am: Jalan Sunyi Menuju Ketenangan Batin Sejati

“Ini adalah negara paling plural di dunia yang paling rukun di dunia, yang penuh berkah, dan Ramadhan kali ini diharapkan dapat menambah keberkahan lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah akan jatuh pada 2 Maret 2025, berdasarkan perhitungan hisab dan rukyat. Namun, perhitungan ini berbeda dengan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah yang memutuskan 1 Maret 2025 sebagai hari pertama Ramadhan.

Untuk itu, Kemenag melaksanakan sidang isbat untuk menetapkan tanggal awal puasa Ramadhan.

Metode yang digunakan dalam sidang isbat kali ini adalah kriteria yang telah disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu metoda imkanur rukyat.

Dalam kriteria ini, hilal dianggap memenuhi syarat apabila posisinya mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Namun, Profesor Thomas Djamaluddin, seorang ahli astronomi dari BRIN, menyebutkan bahwa hilal yang memenuhi kriteria tersebut hanya dapat terlihat di Aceh, sementara di wilayah lain belum memenuhi kriteria tersebut.

Perbedaan pendapat tentang penetapan awal Ramadhan ini menunjukkan adanya dinamika dalam penentuan waktu ibadah yang melibatkan berbagai pihak, baik dari segi ilmiah maupun keyakinan agama. Meski demikian, pemerintah berharap agar perbedaan tersebut tidak mengganggu keharmonisan umat Islam di Indonesia.

Baca Juga :  Jangan Merasa Paling Benar, Akhir Hidup Kita Masih Rahasia

Kemenag terus berupaya untuk menjaga agar proses penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri berjalan dengan lancar dan diterima oleh semua pihak.

Secara keseluruhan, pemerintah Indonesia berharap agar ibadah puasa Ramadhan dan perayaan Idul Fitri dapat dilaksanakan secara serentak, sehingga meningkatkan kesatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada.

Dengan demikian, momen-momen besar dalam kehidupan umat Islam dapat membawa berkah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah pada 1 Maret 2025, sesuai dengan hasil sidang isbat. Penetapan ini didasarkan pada pengamatan hilal dan laporan dari berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun terdapat perbedaan dalam perhitungan dengan Muhammadiyah, harapan besar dari pemerintah adalah agar semua pihak dapat mencapai kesepakatan demi kelancaran ibadah dan perayaan Idul Fitri. Indonesia yang pluralistik diharapkan dapat menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah.(*)

Berita Terkait

Amal yang Diterima, Taubat yang Tulus, dan Akhir yang Indah
Lautan Sholawat di Taman Potre Koneng, Refleksi Setahun Kepemimpinan Fauzi–Imam untuk Sumenep Lebih Berkah
Tiga Amalan Penyehat Akal dan Penjaga Jiwa: Hikmah Ali bin Abi Talib hingga Ka’b al-Ahbar
Hidup Sederhana, Hati Mulia: Hakikat Asketisme Seorang Mukmin
Mutiara Hikmah Ibnu Abbas: Makna Huruf yang Menuntun Jiwa Menuju Surga
Tiga Perenungan Ibrahim bin An’am: Jalan Sunyi Menuju Ketenangan Batin Sejati
PWRI Sumenep Bagikan Sarung pada Santri Tahfidz di Hari Santri Nasional 2025
Forum Santri Madura Mengecam Keras Trans7 Jaga Martabat Pesantren dari Upaya Pengaburan Tradisi

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 21:13 WIB

Amal yang Diterima, Taubat yang Tulus, dan Akhir yang Indah

Senin, 2 Maret 2026 - 11:29 WIB

Lautan Sholawat di Taman Potre Koneng, Refleksi Setahun Kepemimpinan Fauzi–Imam untuk Sumenep Lebih Berkah

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tiga Amalan Penyehat Akal dan Penjaga Jiwa: Hikmah Ali bin Abi Talib hingga Ka’b al-Ahbar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:42 WIB

Hidup Sederhana, Hati Mulia: Hakikat Asketisme Seorang Mukmin

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:34 WIB

Mutiara Hikmah Ibnu Abbas: Makna Huruf yang Menuntun Jiwa Menuju Surga

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:04 WIB

Tiga Perenungan Ibrahim bin An’am: Jalan Sunyi Menuju Ketenangan Batin Sejati

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:58 WIB

PWRI Sumenep Bagikan Sarung pada Santri Tahfidz di Hari Santri Nasional 2025

Selasa, 14 Oktober 2025 - 17:17 WIB

Forum Santri Madura Mengecam Keras Trans7 Jaga Martabat Pesantren dari Upaya Pengaburan Tradisi

Berita Terbaru