Komitmen Gubernur Khofifah untuk Selesaikan RDTR: Mendorong Investasi dan Memperkuat Ekonomi Jawa Timur

- Pewarta

Selasa, 11 Maret 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Salam News. Id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak Bupati/Walikota di Jatim untuk berkomitmen menyelesaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan investasi di provinsi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Khofifah dalam Rakor Penguatan Ekonomi Desa yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu (9/3).

Rakor ini juga dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang memberikan pemahaman lebih lanjut terkait pentingnya RDTR dalam mendukung investasi.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyelesaian RDTR sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para investor. Dengan RDTR yang jelas, diharapkan investor dapat merasa lebih aman dalam melakukan investasi.

Saat ini, Jawa Timur baru memiliki 86 RDTR dari target 463 yang harus diselesaikan. Jika RDTR tidak segera dituntaskan, potensi investasi bisa terganggu karena investor akan merasa ragu-ragu dalam menentukan lokasi investasi mereka.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur kini menjadi tujuan utama bagi sejumlah investor dari luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok.

Data BPS Jatim tahun 2024 menunjukkan realisasi investasi PMA yang sangat signifikan. Investasi terbesar datang dari Amerika Serikat dengan nilai Rp 21,32 triliun, diikuti Singapura sebesar Rp 9,12 triliun, dan Tiongkok dengan Rp 3,97 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa potensi investasi di Jawa Timur semakin menarik bagi pasar internasional.

Baca Juga :  Donor Darah Rutin di Pragaan, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan Masyarakat Sumenep

Investor dari Tiongkok, menurut Khofifah, telah menjajaki kemungkinan investasi di Indonesia, dengan sebagian besar berencana menanamkan modal mereka di Jawa Timur.

Mereka tertarik dengan sektor industri dan infrastruktur yang berkembang pesat di provinsi ini. Hal ini menjadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat investasi utama di Indonesia.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjelaskan empat isu utama yang berhubungan dengan lahan, yang perlu diselesaikan untuk menarik lebih banyak investor. Pertama, isu mengenai kepastian kepemilikan tanah atau land tenure.

Tanpa kepastian hukum terkait kepemilikan tanah, investor tidak akan berani melakukan investasi. Kedua, masalah terkait penetapan nilai tanah atau land value, yang mencakup Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Isu ketiga adalah land use, yang berkaitan dengan penggunaan tanah. Sebelum melakukan investasi, investor perlu mengetahui dengan jelas bagaimana tanah tersebut akan digunakan.

Terakhir, land development atau pengembangan tanah, yang mencakup sektor apa yang akan dikembangkan, apakah pertanian, pariwisata, atau industri. Semua isu ini harus jelas dan diselesaikan untuk meningkatkan daya tarik investasi di Jatim.

Baca Juga :  Bupati Fauzi dan Wabup KH. Imam Hasyim Dilantik di Istana Negara: Harapan Baru untuk Sumenep

Nusron Wahid menegaskan bahwa jika masalah RDTR tidak diselesaikan, maka investasi yang masuk ke daerah tersebut akan terhambat. Investor pertama kali yang datang akan memeriksa status tanah dan tata ruangnya.

Jika RDTR belum ada atau belum jelas, mereka akan ragu untuk berinvestasi. Oleh karena itu, RDTR menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Dalam kesempatan yang sama, Nusron juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang telah berhasil mendaftarkan sekitar 19,5 juta bidang tanah dan mensertifikasi 15,8 juta bidang tanah dari total 21,1 juta bidang tanah yang ada di provinsi ini.

Kinerja Pemprov Jatim dalam menyelesaikan pendaftaran dan sertifikasi tanah sangat baik, dengan total bidang tanah yang terdaftar mencapai 92 persen. Nusron berharap Pemprov Jatim dapat terus meningkatkan kinerjanya untuk memastikan semua tanah terdaftar dan tersertifikasi.

Secara keseluruhan, penyelesaian RDTR dan perbaikan sistem pertanahan menjadi langkah krusial dalam meningkatkan daya saing Jawa Timur sebagai tujuan investasi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta komitmen yang kuat dari Bupati/Walikota, diharapkan Jawa Timur dapat terus menarik lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Kunjungi SMAN 2 Sumenep, Khofifah Serahkan Beasiswa Rp1 Juta bagi Siswa Kurang Mampu
HUT ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Beragam Bantuan Sosial dan Beasiswa Rp50 Miliar di Sumenep
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa
Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban
Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

HUT ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Beragam Bantuan Sosial dan Beasiswa Rp50 Miliar di Sumenep

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara

Berita Terbaru