DPRD Sumenep Tunda Anggaran Rp1 Miliar: Program Wirausaha Santri Dinilai Belum Jelas

- Pewarta

Kamis, 14 Agustus 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Legislator Kabupaten Sumenep menunjukkan ketegasan dalam mengawal anggaran publik, khususnya pada program-program yang bersumber dari dana APBD tahun 2025. Anggaran sebesar Rp1 miliar yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparbudporapar) sementara ditangguhkan.

Penundaan itu berkaitan dengan program wirausaha santri yang dinilai belum memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan terukur secara konkret. Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menyatakan pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam menyetujui program yang belum jelas konsepnya.

Menurut Mulyadi, penting bagi DPRD untuk mendapat penjelasan menyeluruh tentang sasaran, mekanisme, serta manfaat program tersebut ke depannya. “Kami memutuskan untuk menunda alokasi anggaran itu sampai ada penjelasan lengkap dari dinas terkait,” ungkap Mulyadi tegas.

Ucapan KPU-HPN 2025

Dijelaskannya, DPRD bertugas memastikan setiap rupiah dari anggaran daerah digunakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi rakyat. Apalagi program tersebut menyasar kalangan santri yang dinilai strategis dalam mencetak wirausaha baru di lingkungan pesantren dan sekitarnya.

Baca Juga :  Pemuda Kreatif Asal Mandala Rintis Usaha President Sticker dan President Cafe Kuliner Cita Rasa Tradisional

“Santri itu aset daerah. Kalau dilatih jadi wirausaha, maka mereka bisa mandiri dan turut menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ucapnya. Namun, program sebesar ini menurut DPRD harus terukur, terarah, dan memiliki tolok ukur yang jelas untuk dinilai keberhasilannya.

Tanpa perencanaan yang matang, lanjut Mulyadi, program bisa gagal, atau justru hanya menghabiskan dana tanpa hasil yang signifikan. Ia menyebut indikator program sangat penting, baik dari sisi jumlah santri peserta, jenis usaha, hingga dampaknya terhadap ekonomi.

Mulyadi menambahkan, pihaknya siap mendukung program apapun selama memiliki struktur rencana jelas, terukur, serta bermanfaat jangka panjang. “Kami ingin ada laporan target dan capaian. Jangan hanya usulan angka besar tapi tanpa kejelasan teknis pelaksanaan,” katanya.

Langkah DPRD ini mendapat apresiasi sejumlah pihak karena dinilai menunjukkan komitmen dalam menjaga akuntabilitas penggunaan dana publik. Mereka menilai DPRD berperan penting dalam fungsi pengawasan agar tidak ada program asal jalan namun gagal mencapai tujuan utama.

Baca Juga :  Antisipasi Musim Hujan, BPBD Sumenep Susun Strategi Siaga Darurat Hidrometeorologi

Disparbudporapar diminta segera menyusun konsep ulang program wirausaha santri agar sesuai standar perencanaan anggaran yang transparan. Kepala Disparbudporapar Sumenep, Mohamad Iksan, hingga berita ini diturunkan belum memberi keterangan resmi terkait penundaan anggaran tersebut.

Ia juga belum menjelaskan secara rinci konsep program, termasuk jumlah peserta, jenis pelatihan, hingga target dampak ekonominya. Masyarakat berharap program ini benar-benar menjadi solusi bagi para santri untuk mandiri secara ekonomi melalui jalur wirausaha produktif.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan ekosistem usaha mikro baru yang tumbuh dari lingkungan pondok pesantren lokal. Dengan adanya pengawasan dari DPRD, publik berharap tidak ada lagi anggaran besar yang sia-sia atau hanya menguntungkan segelintir pihak.(*/Red)

Berita Terkait

PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Komitmen Lingkungan dengan Aksi Penanaman Pohon di TPA Torbang
Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani
Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD
RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi
Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif
Modus Rapi Mafia BBM di Sumenep Solar Subsidi Ditimbun, Petani Terlantar
Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:58 WIB

PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Komitmen Lingkungan dengan Aksi Penanaman Pohon di TPA Torbang

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:53 WIB

Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:41 WIB

Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:56 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:34 WIB

Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:27 WIB

Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:14 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:55 WIB

Reformasi Hukum Pidana Belum Tuntas: KUHP–KUHAP Baru Tanpa Perampasan Aset Koruptor

Berita Terbaru

Berita

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Jan 2026 - 19:56 WIB