Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

- Pewarta

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Langit pesisir Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tampak berbeda pada Selasa pagi, 03 Maret 2026. Suasana kawasan nelayan terlihat lebih ramai dibanding hari biasanya, dipenuhi aktivitas warga menyambut kedatangan tamu penting dari pemerintah pusat.

Kunjungan tersebut menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung perkembangan kawasan pesisir strategis tersebut. Kehadiran menteri menjadi penanda kuat bahwa wilayah nelayan di ujung timur Kabupaten Sumenep kini masuk prioritas pembangunan nasional.

Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP, pemerintah pusat menargetkan penguatan ekonomi berbasis produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program tersebut digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai langkah konkret membangun kawasan pesisir modern, terintegrasi, serta berkelanjutan berdaya saing.

Desa Dapenda diproyeksikan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir berbasis hilirisasi hasil tangkapan nelayan lokal secara berkelanjutan. Bupati Sumenep menegaskan KNMP bukan sekadar penataan permukiman, melainkan strategi pembangunan ekonomi masyarakat pesisir berbasis potensi kelautan.

Menurutnya, kawasan nelayan harus menjadi pusat pengembangan usaha produktif yang memanfaatkan kekayaan laut daerah secara maksimal. Kabupaten Sumenep dikenal sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan dan perikanan sangat besar serta menjanjikan.

Wilayah ini memiliki perairan luas, sumber daya melimpah, serta tradisi melaut yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Potensi tersebut dinilai sebagai fondasi utama memperkuat sektor perikanan tangkap maupun budidaya secara berkelanjutan dan terencana.

Namun pemerintah daerah menilai pengelolaan potensi tersebut memerlukan pendekatan modern, inovatif, serta berbasis keberlanjutan lingkungan. Nelayan didorong tidak hanya fokus menangkap ikan, tetapi juga mengelola, mengolah, dan memasarkan hasil tangkapan.

Baca Juga :  Perahu di Pelabuhan Bintaro Sumenep Meledak, Ini Penyebabnya

Penguatan sektor pengolahan menjadi bagian penting agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat nelayan. Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan secara signifikan dan berkelanjutan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan terdorong melalui aktivitas produktif sektor kelautan dan perikanan terpadu.

Bupati juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian sumber daya laut demi keberlangsungan generasi mendatang. Ia menekankan pentingnya praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan, bertanggung jawab, serta sesuai regulasi. Sementara itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP dirancang mendorong produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan.

Menurutnya, kualitas hasil tangkapan sangat menentukan harga jual produk perikanan di pasaran nasional. Dengan fasilitas memadai, nelayan tidak lagi dirugikan akibat penurunan mutu ikan pasca penangkapan. Di Desa Dapenda, sejumlah fasilitas penunjang telah dibangun secara bertahap oleh pemerintah pusat.

Fasilitas tersebut meliputi pabrik es portable guna menjaga kesegaran hasil tangkapan nelayan setiap hari. Selain itu tersedia kios pemasaran untuk memperkuat distribusi dan memperluas akses pasar regional. Bengkel nelayan juga dibangun guna mendukung perawatan perahu serta peralatan tangkap tradisional.

Sarana pendukung lainnya turut disiapkan untuk menunjang aktivitas ekonomi pesisir secara menyeluruh. Menteri menjelaskan penyimpanan dan distribusi yang baik akan meningkatkan daya saing produk perikanan. Mutu ikan yang terjaga berdampak langsung terhadap stabilitas serta kenaikan harga jual di pasar.

Baca Juga :  Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Dengan demikian, pendapatan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan setiap musim tangkap berlangsung. KNMP Desa Dapenda saat ini dihuni 1.893 kepala keluarga mayoritas berprofesi sebagai nelayan aktif. Sebanyak 31 perahu tradisional digunakan melaut setiap hari untuk mencari nafkah keluarga.

Angka tersebut menunjukkan ketergantungan tinggi masyarakat terhadap sektor perikanan tangkap setempat. Karena itu, dukungan infrastruktur menjadi faktor penting menjaga stabilitas ekonomi kawasan pesisir. Dengan akses pemasaran lebih luas, hasil tangkapan berpotensi menembus pasar regional bahkan nasional.

Pemerintah pusat membuka peluang koordinasi lanjutan bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk pengembangan berikutnya. Kajian penambahan titik KNMP di wilayah lain sedang dipertimbangkan secara serius dan terukur. Potensi perikanan tangkap maupun budidaya dinilai masih sangat besar untuk terus dikembangkan.

Bupati optimistis KNMP mampu mengangkat kesejahteraan 1.893 kepala keluarga nelayan Desa Dapenda. Bagi pemerintah daerah, KNMP menjadi momentum memperkuat sektor kelautan sebagai pilar utama pembangunan. Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan ekonomi lokal dinilai strategi paling realistis.

Kawasan pesisir menjadi basis kekuatan ekonomi berbasis sumber daya lokal berkelanjutan. Desa Dapenda kini tidak lagi sekadar kampung nelayan biasa di wilayah timur Sumenep. Wilayah tersebut diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan ekonomi pesisir Kabupaten Sumenep.

Dari laut, kesejahteraan masyarakat diharapkan tumbuh secara inklusif, merata, dan berkelanjutan. Program KNMP menjadi langkah nyata menghadirkan pembangunan hingga wilayah kepulauan terpencil. Sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus berlanjut demi kemajuan bersama masyarakat pesisir.(W)

Berita Terkait

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka
Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas
RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan
DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan
Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan
DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026
Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:53 WIB

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka

Senin, 20 Juli 2026 - 18:47 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:50 WIB

DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terbaru