Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah

- Pewarta

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat sehingga membutuhkan pengawasan ketat agar optimal. Dalam pelaksanaannya pemerintah daerah memiliki peran penting memastikan makanan diberikan benar-benar aman sehat bergizi serta layak dikonsumsi masyarakat terutama pelajar.

Hal tersebut disampaikan Nurul Aini dosen STAIM Tarate yang menilai program MBG tidak boleh sekadar menjadi wacana atau omon-omon belaka. Menurutnya keberhasilan program sangat bergantung pada sistem pengawasan yang jelas terukur serta dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah terkait langsung.

Tanpa pengawasan ketat kualitas makanan berpotensi menurun bahkan dapat memicu masalah kesehatan seperti keracunan yang merugikan peserta didik dan masyarakat. Karena itu diperlukan strategi pengawasan komprehensif agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesehatan generasi muda.

Salah satu langkah penting adalah menetapkan Standar Operasional Prosedur atau SOP yang jelas bagi seluruh penyedia makanan dalam program MBG. SOP tersebut harus mencakup proses pemilihan bahan baku berkualitas cara pengolahan makanan higienis hingga pengemasan serta distribusi yang aman terkendali.

Seluruh tahapan tersebut wajib mengacu pada standar keamanan pangan yang ditetapkan dinas kesehatan serta lembaga pengawas pangan di tingkat daerah. Selain itu pemerintah daerah perlu melakukan seleksi ketat terhadap penyedia makanan yang akan terlibat dalam pelaksanaan program MBG tersebut nantinya.

Baca Juga :  Kecamatan Ambunten Gelar Vaksinasi Massal Untuk Mempercepat Vaksinasi

Penyedia makanan harus memiliki izin usaha jelas fasilitas dapur bersih memenuhi standar sanitasi serta tenaga pengolah makanan yang terlatih profesional. Nurul Aini menegaskan bahwa dapur produksi harus memenuhi prinsip kebersihan keamanan pangan serta pengolahan makanan yang higienis demi melindungi penerima.

Pengawasan lapangan juga menjadi langkah penting memastikan program berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah melalui dinas terkait secara rutin. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait dapat melakukan inspeksi berkala terhadap dapur produksi bahan makanan serta proses pengolahan sebelum didistribusikan kepada.

Pemeriksaan sampel makanan sebelum dibagikan kepada penerima program menjadi langkah pencegahan penting untuk memastikan kualitas makanan tetap baik aman dikonsumsi. Melalui uji sampel berkala petugas dapat mengetahui apakah makanan masih segar tidak basi serta bebas dari kontaminasi berbahaya bagi kesehatan.

Selain pengawasan teknis peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG di lapangan. Para pengelola dapur dan petugas distribusi makanan perlu mendapatkan pelatihan tentang keamanan pangan pengolahan higienis serta penyimpanan bahan makanan benar.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Lantik Komisioner Komisi Informasi, Tegaskan Komitmen Keterbukaan di Sumenep

Pelatihan tersebut membantu memastikan setiap tahapan pengolahan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan sehingga risiko kesalahan maupun kelalaian dapat diminimalkan bersama. Pemerintah daerah juga perlu menyediakan sistem pengaduan masyarakat yang mudah diakses agar laporan terkait makanan bermasalah dapat segera ditindaklanjuti cepat.

Saluran pengaduan seperti hotline maupun laporan melalui sekolah memungkinkan masyarakat melaporkan makanan tidak layak atau mencurigakan dalam program MBG segera. Respon cepat terhadap laporan masyarakat menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi kesehatan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Selain itu evaluasi program secara berkala perlu dilakukan untuk menilai efektivitas pelaksanaan MBG sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih terjadi. Evaluasi dapat melibatkan pemerintah daerah tenaga kesehatan pihak sekolah serta perwakilan masyarakat sehingga program berjalan transparan akuntabel tepat sasaran berkelanjutan.

Dengan strategi pengawasan komprehensif Nurul Aini berharap program MBG benar-benar memberi manfaat nyata meningkatkan gizi kesehatan pelajar serta kesejahteraan masyarakat.(N)

Berita Terkait

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka
Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas
RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan
DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan
Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan
DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026
Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:53 WIB

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka

Senin, 20 Juli 2026 - 18:47 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:50 WIB

DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terbaru