DPRD Sumenep Soroti Makanan Basi di Program MBG: Bukti Lemahnya Pengawasan

- Pewarta

Sabtu, 20 September 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sumenep M.Ramzi dari Partai Hanura

Anggota DPRD Sumenep M.Ramzi dari Partai Hanura

Sumenep, Salam News. Id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep kembali mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk wakil rakyat. Pasalnya, terdapat laporan dari wali murid yang mengeluhkan kualitas makanan, bahkan ditemukan nasi basi hingga berulat di sekolah.

Keluhan tersebut membuat masyarakat resah dan mempertanyakan efektivitas pengawasan dalam pelaksanaan program yang seharusnya bermanfaat bagi siswa.

Anggota DPRD Sumenep dari Dapil III, M Ramzi, ikut angkat bicara terkait masalah makanan basi dan berulat itu.
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pengelola terhadap distribusi makanan yang diberikan kepada siswa.

“Kalau sampai ada makanan basi dan berulat, berarti pengawasannya lemah. Mestinya jangan sampai terjadi,” ujarnya tegas. Ia menambahkan, apalagi program MBG ini masih tergolong baru dan seharusnya masih bisa dikontrol dengan ketat.

Ramzi merasa kecewa karena program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi justru membahayakan kesehatan siswa. “Itu bisa jadi bukan bergizi gratis, malah bikin orang sakit,” katanya sambil menyinggung kasus keracunan di daerah lain.

Baca Juga :  Maulid dan Misi Organisasi: PWRI Sumenep Padukan Spirit Religi dan Profesionalisme

Politisi Hanura itu membandingkan dengan insiden di Kabupaten Pamekasan, di mana siswa keracunan makanan dari program serupa. Pihaknya meminta agar kejadian seperti ini tidak dianggap sepele dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Menurutnya, jika kejadian ini berulang, bisa muncul dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pendistribusian makanan yang tidak layak. “Kalau sampai kejadian lagi, bisa jadi ada unsur kesengajaan. Pihak yang berkompeten harus menghentikan itu,” tegasnya.

Ramzi menuntut pengelola program MBG memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan secara menyeluruh. Ia menyarankan pengawasan dilakukan secara rutin dan ketat di setiap dapur MBG sebelum makanan disalurkan ke sekolah.

Terpisah, Kepala Dapur MBG Kecamatan Pragaan, Amin Jakfar, mengakui memang ada permasalahan terkait kualitas makanan tersebut. Pihaknya langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi jangka panjang.

Amin menegaskan bahwa masalah ini tidak akan terjadi lagi dan pihaknya sudah meningkatkan pengawasan internal dapur. “Ya benar itu, tidak akan terjadi lagi untuk selanjutnya,” jelas Amin saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (19/9/2025).

Baca Juga :  Akhir Tahun 2025 Polres Sumenep Paparkan Kinerja dan Situasi Keamanan Daerah kepada Publik

Ia berharap ke depan masyarakat bisa kembali percaya pada program MBG karena tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan siswa. Langkah evaluasi dilakukan untuk menjamin makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kebersihan yang layak.

Diharapkan pengelola MBG di setiap kecamatan dapat menjadikan kasus di Pragaan sebagai pelajaran penting. Pemerintah Kabupaten Sumenep pun diharapkan turun tangan untuk memperbaiki sistem dan memastikan tidak ada kejadian serupa.

Dengan perbaikan sistem pengawasan, maka tujuan program MBG bisa tercapai yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan siswa. Jika tidak ada langkah perbaikan, program yang seharusnya mulia ini bisa berubah menjadi ancaman bagi siswa.

Masyarakat pun menunggu tindak lanjut nyata dari pemerintah dan pengelola program untuk menjamin kualitas makanan. Ke depan, sinergi antara pengelola, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan demi suksesnya program MBG di Sumenep.(*/Red)

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
Presiden Prabowo Tutup Muktamar Ke-35 NU, Khofifah, Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Jawa Timur
Khofifah Gelar Maulid Nabi Sekaligus Haul ke-12 Suami, Ribuan Jamaah Khusyuk Berdoa
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT Ke-81 RI, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penghargaan
lepas Kontingen Menuju Jamnas 2026, Wabup Sumenep Berpesan: Raih Prestasi, Jaga Nama Baik, dan Bawa Pulang Pengalaman
Bupati Sumenep Pimpin Apel Gabungan dan Kobarkan Semangat Persatuan dalam Pembukaan Lomba HUT ke-81 RI
Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Khofifah Gelar Maulid Nabi Sekaligus Haul ke-12 Suami, Ribuan Jamaah Khusyuk Berdoa

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT Ke-81 RI, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penghargaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:15 WIB

lepas Kontingen Menuju Jamnas 2026, Wabup Sumenep Berpesan: Raih Prestasi, Jaga Nama Baik, dan Bawa Pulang Pengalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bupati Sumenep Pimpin Apel Gabungan dan Kobarkan Semangat Persatuan dalam Pembukaan Lomba HUT ke-81 RI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Senin, 13 Juli 2026 - 19:08 WIB

Dari Bangkalan ke Amerika, Mohamad Holil Sukses Bangun Restoran Viral Beromzet Rp5 Miliar per Bulan

Berita Terbaru