APBD Berubah, Bupati Achmad Fauzi Minta Inovasi dan Disiplin Anggaran Diperkuat

- Pewarta

Senin, 2 Maret 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan kondisi APBD daerah kini berbeda dibanding masa awal kepemimpinannya dahulu. Pernyataan itu disampaikan setelah pengukuhan Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Kamis dua puluh enam Februari.

Agenda pengukuhan berlangsung di Ruang Rapat Raden Arya Wiraraja Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan suasana khidmat. Dalam kesempatan tersebut, bupati menekankan percepatan transisi kepemimpinan birokrasi demi menjaga efektivitas jalannya pemerintahan daerah.

Ia berharap Sekda baru segera berkoordinasi dengan mantan Penjabat Sekda, Syahwan Effendi, memastikan kesinambungan program prioritas. Menurutnya, kesinambungan kebijakan sangat penting agar program pembangunan tidak terhambat akibat pergantian struktur kepemimpinan birokrasi.

Bupati meminta agar proses adaptasi berlangsung cepat, terukur, serta tetap menjaga stabilitas administrasi pemerintahan daerah. Ia menegaskan hal baik dari kepemimpinan sebelumnya perlu diteruskan, sementara kekurangan harus segera dibenahi.

Percepatan adaptasi birokrasi dinilai mendesak mengingat tuntutan masyarakat semakin dinamis dan kompleks setiap waktunya. Selain itu, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan periode awal kepemimpinannya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Hadiri Presmian Kantor IKSASS Kangean

Bupati menyebut efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap kapasitas belanja daerah. Kebijakan penghematan tersebut menuntut pemerintah daerah lebih cermat menyusun prioritas pembangunan strategis berkelanjutan.

Meski demikian, ia tetap optimistis roda pemerintahan mampu berjalan efektif melalui pengelolaan anggaran disiplin. Bupati mendorong Sekdakab baru menghadirkan terobosan strategis memperkuat kemandirian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Penguatan kemandirian fiskal dianggap penting agar daerah tidak terlalu bergantung transfer pemerintah pusat. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu fokus utama dalam memperbaiki struktur keuangan daerah.

Ia menilai masih terdapat sejumlah potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal selama ini. Pemerintah daerah telah melakukan pembahasan terbatas bersama pemangku kepentingan memetakan peluang peningkatan pendapatan.

Hasil kajian menunjukkan beberapa sektor memiliki peluang signifikan untuk dioptimalkan secara bertahap. Potensi tersebut akan dimaksimalkan melalui strategi inovatif dan kolaborasi lintas perangkat daerah terkait.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Nobar Bersama Menteri, Saksikan Timnas Sikat Vietnam 3-0

Langkah itu diharapkan memperkuat fondasi fiskal sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan daerah berkelanjutan. Sementara itu, Agus Dwi Saputra menyatakan siap menjalankan arahan kepala daerah sepenuhnya.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat fungsi koordinatif birokrasi dalam mengawal program pembangunan prioritas. Menurutnya, sinergi seluruh organisasi perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan lompatan pembangunan.

Agus berharap seluruh jajaran mampu bekerja kolaboratif menghadapi tantangan fiskal dan administrasi. Ia juga menekankan komitmen membangun komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan daerah.

Dengan transisi birokrasi solid, pemerintahan diharapkan tetap stabil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penguatan kemandirian fiskal menjadi strategi utama menjaga keberlanjutan pelayanan publik berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis mampu beradaptasi di tengah dinamika efisiensi anggaran nasional. Kolaborasi, inovasi, dan disiplin anggaran diyakini menjadi fondasi menghadapi tantangan pembangunan mendatang.(W)

Berita Terkait

Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan
Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan
Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep
Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026
Khofifah Optimalkan Pendampingan Psikososial bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:04 WIB

Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Khofifah Optimalkan Pendampingan Psikososial bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak

Berita Terbaru