Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menunjukkan keseriusan mendukung rencana pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan lahan sekitar 30 hektare yang berada di wilayah Patean, Kabupaten Sumenep.
Lahan itu diproyeksikan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kawasan ekonomi berbasis komoditas tembakau Madura. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menerima audiensi Tim KAMURA.
Pertemuan antara pemerintah daerah dan KAMURA berlangsung di Ruang VIP Paseban Agung, Rumah Dinas Bupati Sumenep. Audiensi tersebut menjadi pertemuan ketiga yang dilakukan KAMURA bersama Bupati Sumenep untuk membahas rencana KEK Tembakau Madura.
Dalam pertemuan itu, Bupati Fauzi didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Beberapa di antaranya Kepala Diskoperindag, Dinas PUTR, Dinas PKP, Sekretaris Bappeda, serta DPMPTSP Kabupaten Sumenep.
Bupati Fauzi menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap berkontribusi dalam proses pengusulan KEK Tembakau Madura secara bertahap. Menurutnya, pengembangan kawasan ekonomi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh daerah di Pulau Madura secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia menilai, keberadaan KEK Tembakau dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan potensi tembakau Madura. Karena itu, proses pengusulan kawasan tersebut dinilai perlu dibangun melalui koordinasi dan komunikasi antarpemerintah daerah.
Pemkab Sumenep, kata Fauzi, menyambut positif gagasan tersebut dan siap mendukung prosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan pemerintah daerah juga ditunjukkan melalui kesiapan menyediakan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Patean.
Namun, kesiapan lahan tersebut masih perlu disesuaikan dengan berbagai kajian teknis dan tahapan administratif sebelum ditetapkan. Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan lokasi, tetapi juga mendorong agar proses pengusulan berjalan secara terarah.
Menurutnya, seluruh pihak perlu memastikan setiap tahapan dilakukan berdasarkan kajian serta regulasi yang menjadi dasar pengembangan kawasan ekonomi khusus. Selain persoalan lahan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi perhatian dalam proses pengusulan KEK Tembakau Madura.
Bupati Fauzi meminta Tim KAMURA meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menyatukan langkah dan memperkuat pembahasan usulan. Koordinasi tersebut diperlukan sebelum usulan KEK nantinya diteruskan kepada pemerintah pusat melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Fauzi juga menekankan pentingnya keterlibatan empat pemerintah kabupaten yang berada di wilayah Pulau Madura. Menurutnya, rencana kawasan berskala regional membutuhkan kesamaan visi, koordinasi, serta pembagian peran antardaerah secara jelas.
Karena itu, seluruh kabupaten di Madura didorong membangun komunikasi intensif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tim KAMURA sendiri berencana memfasilitasi pertemuan khusus yang melibatkan Pemprov Jawa Timur dan empat kepala daerah.
Pertemuan tersebut juga akan menghadirkan organisasi perangkat daerah teknis dari masing-masing kabupaten di Pulau Madura. Forum itu diharapkan menjadi ruang untuk membahas kesiapan daerah sekaligus menyusun langkah lanjutan pengusulan kawasan ekonomi tersebut.
Pembahasan bersama diperlukan agar berbagai kebutuhan teknis, administratif, dan kelembagaan dapat dipetakan sejak tahapan awal pengusulan. Bupati Fauzi berharap koordinasi lintas daerah menghasilkan langkah konkret sehingga rencana KEK Tembakau tidak berhenti sebagai wacana.
Menurutnya, sinergi empat kabupaten menjadi bagian penting untuk memperkuat posisi Madura dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis tembakau. Selanjutnya, usulan KEK Tembakau Madura diarahkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum diproses kepada pemerintah pusat.
Proses tersebut nantinya berkaitan dengan mekanisme pengusulan melalui Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sesuai ketentuan berlaku. Pemkab Sumenep memandang kesiapan lahan sebagai langkah awal untuk mendukung pembahasan pengembangan kawasan berbasis komoditas tembakau.
Selain lahan, dukungan pemerintah daerah dan koordinasi lintas wilayah menjadi faktor penting dalam mempersiapkan usulan tersebut. Dengan sinergi yang semakin kuat, pembahasan KEK Tembakau Madura diharapkan dapat memasuki tahapan teknis secara lebih terarah.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait akan terus mendorong komunikasi agar proses pengusulan berjalan sesuai mekanisme. Rencana tersebut sekaligus membuka ruang pembahasan lebih luas mengenai pengembangan ekonomi Madura melalui potensi komoditas tembakau.
Pemkab Sumenep memastikan dukungan terhadap rencana tersebut tetap diarahkan berdasarkan kajian, regulasi, serta kebutuhan pembangunan daerah. Langkah selanjutnya akan bergantung pada hasil koordinasi dan pembahasan bersama pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.(**/Red)











