Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan Selaras dengan Ketahanan Iklim

- Pewarta

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Salam News. Id – Membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumberdaya Lokal, Bupati Trenggalek menyampaikan pesan penting. Mochamad Nur Arifin meminta rencana ketahanan pangan daerah tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan iklim berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Koalisi Pangan Lestari serta sejumlah pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Trenggalek. Menurut Mas Ipin, pembangunan ketahanan pangan membutuhkan perubahan paradigma agar kebutuhan pangan tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan secara menyeluruh.Selasa (22/9/2026).

Selama ini, ketahanan pangan terkadang hanya dipandang dari kemampuan meningkatkan produksi tanpa mempertimbangkan keberlangsungan ekosistem dalam jangka panjang dan masyarakat. Padahal, lingkungan memiliki peran penting dalam menyediakan air, menjaga kesuburan tanah, melindungi pesisir, serta mengurangi berbagai risiko bencana.

Karena itu, Bupati Trenggalek menginginkan setiap kebijakan pangan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan alam sekitar secara nyata. Mas Ipin menilai perubahan iklim ekstrem dan bencana alam sering mendorong masyarakat mencari berbagai cara memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi tertentu.

Dalam kondisi tersebut, pemenuhan target pangan jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat untuk jangka panjang. Ia mencontohkan kondisi Trenggalek yang memiliki kawasan karst sebagai kantong penyimpan cadangan air dan daerah penting resapan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Harlah ke-66 PMII: Meneguhkan Peran Intelektual, Membangun Peradaban Bangsa

Menurutnya, kawasan yang semestinya berfungsi sebagai daerah resapan air sebaiknya tidak dibuka secara sembarangan untuk kegiatan pertanian tanpa kajian. Pembukaan kawasan resapan untuk tanaman pangan memang dapat meningkatkan produksi, tetapi berpotensi mengurangi kemampuan lingkungan menyimpan air secara alami.

Ketika cadangan air berkurang, masyarakat justru menghadapi persoalan baru berupa kekeringan dan kebutuhan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mas Ipin menegaskan, ketahanan pangan tidak seharusnya menghasilkan persoalan baru yang mengancam ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim di masa depan.

Selain kawasan karst, perhatian juga diberikan terhadap wilayah pesisir yang menghadapi ancaman gempa besar dan bencana tsunami secara serius. Menurut Mas Ipin, pembangunan tambak udang secara masif di pesisir perlu mempertimbangkan keberadaan hutan mangrove sebagai pelindung alami kawasan tersebut.

Mangrove berfungsi sebagai pagar hijau yang membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi serta dampak bencana pesisir yang mengancam secara alami. Jika mangrove dibabat demi memperluas tambak, kebutuhan protein masyarakat mungkin terpenuhi, namun keberlangsungan ekosistem pesisir menjadi terancam serius jangka panjang.

Baca Juga :  Sumenep Tangkap Peluang Hilirisasi Kelapa, Ribuan Bibit Unggulan Disiapkan

Karena itu, produksi pangan harus dirancang dengan pendekatan yang mampu menjaga fungsi ekologis sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Mas Ipin menegaskan bahwa produksi pangan boleh ditingkatkan sebanyak mungkin, tetapi tidak boleh menciptakan ancaman lingkungan pada masa mendatang.

Ia kemudian menawarkan gagasan pemanfaatan kolam yang tetap mempertahankan tanaman mangrove untuk mendukung produksi pangan sekaligus menjaga ekosistem secara berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat memelihara ikan, udang, atau kepiting sambil mempertahankan fungsi ekologis lingkungan pesisir secara berkelanjutan secara optimal.

Untuk kebutuhan karbohidrat, masyarakat juga dapat memilih berbagai tanaman pangan yang mampu tumbuh di bawah tegakan pepohonan secara berkelanjutan. Gagasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi bersama dalam menyusun rencana aksi daerah pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Melalui RAD PGBPSDL, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki paradigma seragam mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam dan ketahanan pangan secara konsisten. Dengan paradigma tersebut, ketahanan pangan diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi sekaligus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Bupati menekankan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan menjadi kunci mewujudkan pangan berkelanjutan di Trenggalek.(W/Red)

Berita Terkait

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Ketahanan Pangan
Kemarau Panjang Melanda 24 Daerah, Khofifah Ajak Warga Perkuat Ikhtiar dan Doa
Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran
Khofifah Gelar Maulid Nabi Sekaligus Haul ke-12 Suami, Ribuan Jamaah Khusyuk Berdoa
Nasib Petani Tembakau Sumenep Menggantung, TIHT 2026 Belum Juga Diumumkan
BMT NU Jatim Raih Penghargaan Penggerak Koperasi 2026, H. Masyudi Kanzillah Terima Apresiasi dari Gubernur Khofifah
DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan
DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Ketahanan Pangan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:22 WIB

Kemarau Panjang Melanda 24 Daerah, Khofifah Ajak Warga Perkuat Ikhtiar dan Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Khofifah Gelar Maulid Nabi Sekaligus Haul ke-12 Suami, Ribuan Jamaah Khusyuk Berdoa

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:22 WIB

Nasib Petani Tembakau Sumenep Menggantung, TIHT 2026 Belum Juga Diumumkan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:45 WIB

BMT NU Jatim Raih Penghargaan Penggerak Koperasi 2026, H. Masyudi Kanzillah Terima Apresiasi dari Gubernur Khofifah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:50 WIB

DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Berita Terbaru