Kemarau Panjang Melanda 24 Daerah, Khofifah Ajak Warga Perkuat Ikhtiar dan Doa

- Pewarta

Sabtu, 19 September 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mojokerto, Salam News. Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengajak masyarakat memanjatkan doa menghadapi kemarau panjang berkepanjangan. Sholat Istisqa’ dan doa bersama digelar di halaman Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/9) siang, diikuti ratusan jamaah dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama setelah kemarau panjang berdampak terhadap 24 kabupaten/kota di Jawa Timur dan memicu keterbatasan air serius. Ratusan jamaah berasal dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Mojokerto, masyarakat, serta pelajar yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk bersama-sama.

Sholat Istisqa’ dipimpin Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani, dengan jamaah memohon turunnya hujan penuh rahmat dan keberkahan. Khofifah menyampaikan, kondisi kemarau panjang sebenarnya telah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta disampaikan berulang kali sebelumnya kepada pemerintah.

Pemerintah Jawa Timur kemudian menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah selama kemarau. Salah satu langkah adalah OMC yang mulai dilakukan pemerintah sejak 3 September 2026 guna mendorong terbentuknya hujan di wilayah terdampak.

Ketika BMKG mendeteksi awan potensial, petugas segera melakukan penyemaian menggunakan bahan tertentu untuk mendorong terbentuknya hujan di wilayah terdampak kekeringan. Menurut Khofifah, operasi tersebut telah menghasilkan hujan ringan hingga sedang ketika kondisi awan mendukung proses penyemaian yang dilakukan petugas lapangan.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-81 Jatim, Pemprov Berikan Enam Fasilitas Keringanan Pajak Kendaraan

Namun, luasnya wilayah terdampak membuat penanganan kekeringan membutuhkan langkah bersamaan, termasuk pencarian sumber air baru melalui pengeboran di berbagai lokasi. Dari 24 kabupaten/kota terdampak, pemerintah telah melakukan pengeboran sumur pada sejumlah lokasi untuk menemukan sumber air baru bagi masyarakat tersebut.

Hasil pengeboran menunjukkan sebagian titik berhasil menemukan sumber air, sementara lokasi lainnya masih membutuhkan pencarian dan kajian lebih lanjut secara teknis. Selain pengeboran, distribusi air bersih terus dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air setiap harinya.

Khofifah menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons dampak kemarau panjang secara bersama dan berkelanjutan di daerah. Setelah ikhtiar teknis dilakukan, pemerintah dan masyarakat diajak memperkuat usaha tersebut melalui ikhtiar batin berupa Sholat Istisqa’ bersama secara serentak.

Khofifah juga mengajak Dewan Masjid Jawa Timur melaksanakan Sholat Istisqa’ setelah Sholat Jumat mulai pekan berikutnya secara bersama di masjid. Menurutnya, doa bersama bukan pengganti penanganan teknis, melainkan bentuk munajat untuk memohon pertolongan Allah SWT menghadapi keterbatasan manusia menghadapi alam.

Baca Juga :  Pakaian Adat Sulawesi Selatan Warnai HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Tegaskan Makna Keberagaman

Air menjadi kebutuhan dasar yang penting karena kekeringan dapat memengaruhi rumah tangga, pertanian, peternakan, lingkungan, dan perekonomian masyarakat secara luas. Pemprov Jawa Timur juga mendorong strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air melalui pemetaan serta pengembangan sumber potensial di daerah.

Upaya tersebut mencakup penguatan infrastruktur air, pencarian sumber baru, sekaligus perlindungan terhadap sumber air yang masih tersedia bagi masyarakat lokal. Khofifah menilai setiap wilayah memiliki kondisi geografis berbeda sehingga penanganan kekeringan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah setempat secara tepat.

Pemetaan sumber air dinilai penting agar pemerintah tidak hanya bergerak ketika kekeringan terjadi, tetapi mampu membangun kesiapsiagaan sejak awal menghadapi kemarau. Masyarakat juga diajak menjaga lingkungan, kawasan resapan, serta sumber air dan menggunakan air secara bijak untuk keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Khofifah mengapresiasi Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra sebagai tuan rumah dan berharap doa bersama segera diijabah Allah SWT bagi masyarakat.(**)

Sumber Berita : Kepala Biro Adm Pimpinan (Pulung Chausar)

Berita Terkait

Tiga Bulan Krisis Air, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga Langsar
Sambut HUT ke-81 Jatim, Pemprov Berikan Enam Fasilitas Keringanan Pajak Kendaraan
Hari Kereta Api ke-81, Khofifah Dorong Layanan Makin Nyaman dan Keselamatan Diperkuat
Emil Dardak Kembali Pimpin MES Jatim, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah
Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Ketahanan Pangan
Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan Selaras dengan Ketahanan Iklim
Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan
Harhubnas 2026, Dadang Dorong Sinergi Perhubungan Perkuat Konektivitas Sumenep

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Tiga Bulan Krisis Air, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga Langsar

Rabu, 30 September 2026 - 17:34 WIB

Sambut HUT ke-81 Jatim, Pemprov Berikan Enam Fasilitas Keringanan Pajak Kendaraan

Senin, 28 September 2026 - 22:41 WIB

Hari Kereta Api ke-81, Khofifah Dorong Layanan Makin Nyaman dan Keselamatan Diperkuat

Minggu, 27 September 2026 - 09:23 WIB

Emil Dardak Kembali Pimpin MES Jatim, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah

Kamis, 24 September 2026 - 21:24 WIB

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Ketahanan Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIB

Bupati Trenggalek Dorong Ketahanan Pangan Selaras dengan Ketahanan Iklim

Sabtu, 19 September 2026 - 14:22 WIB

Kemarau Panjang Melanda 24 Daerah, Khofifah Ajak Warga Perkuat Ikhtiar dan Doa

Kamis, 17 September 2026 - 14:28 WIB

Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan

Berita Terbaru