Sumenep, Salam News. Id – Institut Miftahul Ulum (ISMU) Tarate Sumenep mulai memperkuat perannya dalam edukasi investasi syariah melalui penyelenggaraan workshop pasar modal syariah bersama mitra strategis. Kegiatan perdana pascaalih bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate tersebut digelar di aula kampus, Selasa (6/10/2026).
Workshop ini terselenggara melalui kolaborasi ISMU Tarate, Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumenep, serta Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep. Mengusung tema “Gaya Investasi Kekinian Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat memahami investasi modern sesuai prinsip syariah.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, KSEI, IDClear, SIPF, dan Phintraco Sekuritas. Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan pemahaman mengenai pasar modal, mekanisme investasi, serta peluang pengembangan keuangan syariah bagi masyarakat.
Mereka adalah Dian Eka Pratiwi, Pengawas Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Asikin Ashar selaku Deputi Kepala Wilayah Jatim KP BEI Jawa Timur, dan Fajar Imanuddin dari Phintraco Sekuritas. Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut dengan antusias. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, kader Fatayat NU, Muslimat NU, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah
Rektor ISMU Tarate menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah menjadi salah satu persoalan penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, keinginan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi terkadang terhambat kekhawatiran mengenai riba dan terbatasnya pengetahuan tentang instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat mencari alternatif keuangan tanpa pemahaman memadai, sehingga lebih rentan terhadap tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, organisasi ekonomi syariah, dan organisasi perempuan dinilai penting untuk memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
ISMU berperan menyediakan pengetahuan akademik, MES memperkuat ekosistem ekonomi syariah, sedangkan Fatayat NU dan Muslimat NU menjadi mitra strategis dalam menjangkau keluarga. Rektor menjelaskan, pemahaman mengenai saham syariah perlu diperluas agar masyarakat dapat mengenali pilihan investasi legal, memahami risikonya, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana.
Ia juga menekankan bahwa investasi saham dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau, termasuk sekitar Rp100.000, bergantung pada harga saham dan ketentuan transaksi yang berlaku. Namun, masyarakat tetap perlu memahami risiko fluktuasi harga, memilih perusahaan sekuritas berizin, serta memastikan instrumen investasi sesuai ketentuan pasar modal syariah.
Siapkan Galeri Investasi Syariah di Kampus
Sebagai langkah lanjutan, Rektor menginstruksikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ISMU Tarate segera mempersiapkan pendirian Galeri Investasi Syariah BEI di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembelajaran, konsultasi, dan pengenalan investasi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin mendalami pasar modal syariah.
Selain itu, kampus juga direncanakan menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah untuk memberikan pembelajaran yang lebih terarah mengenai mekanisme transaksi, risiko, serta strategi investasi. Ketua MES Sumenep bersama perwakilan Fatayat NU menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka berharap kolaborasi berkelanjutan mampu memperluas pemahaman investasi syariah, khususnya di kalangan perempuan.
Melalui kegiatan ini, ISMU Tarate, MES, dan Fatayat NU berharap semakin banyak masyarakat Sumenep mampu mengelola keuangan secara bijak, menghindari investasi bodong, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.(Red)











