Sumenep, Salam News. Id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep memastikan tidak terjadi penambahan korban jiwa akibat bencana yang melanda beberapa wilayah. Hingga laporan perkembangan terakhir diterima, seluruh data korban masih sama seperti pendataan awal tanpa adanya tambahan korban baru.
BPBD Sumenep saat ini masih terus melaksanakan proses assessment guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait tingkat kerusakan di lapangan. Assessment tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar data yang diperoleh akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara kelembagaan.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Layli Maulidi, menegaskan bahwa penilaian kerusakan dilakukan secara komprehensif dan profesional. Menurutnya, setiap indikasi kerusakan yang ditemukan di lapangan dicatat secara detail oleh tim teknis BPBD.

“Assessment tingkat kerusakan kami lakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi aktual di lapangan,” ujar Layli kepada awak media. Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya peningkatan jumlah korban akibat bencana tersebut.
Layli menyebutkan bahwa kondisi tersebut menjadi kabar baik di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung. Korban terdampak bencana saat ini tercatat berasal dari Kecamatan Bluto dan Kecamatan Tengah Kabupaten Sumenep.
Di Kecamatan Tengah, terdapat lima korban terdampak akibat kejadian tersebut berdasarkan hasil pendataan petugas BPBD. Dari lima korban tersebut, empat orang mengalami cedera ringan dan telah diperbolehkan pulang oleh tenaga medis.
Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil dan aman. BPBD Sumenep terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau perkembangan kondisi korban yang masih dirawat.
Sejak laporan awal diterima, BPBD Sumenep langsung bergerak cepat melakukan respons darurat di lokasi terdampak. Respons cepat tersebut meliputi kegiatan assessment awal sekaligus penyaluran bantuan dasar kepada masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, terpal, kasur lipat, family kit, serta kebutuhan sandang masyarakat. Seluruh bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak berdasarkan hasil pendataan langsung di lapangan.
Distribusi bantuan sembako secara khusus ditangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumenep sesuai tugas dan kewenangannya. Sementara itu, BPBD Sumenep bekerja sama dengan Tagana dan Perkimhub menyalurkan bantuan logistik lainnya.
Tim gabungan tersebut masih aktif mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik lokasi terdampak secara bertahap dan terukur. BPBD Sumenep memastikan seluruh bantuan disalurkan secara merata dan tepat sasaran kepada warga membutuhkan.
Selain penyaluran bantuan, BPBD juga melakukan pemantauan kondisi lingkungan pascabencana secara intensif. Pendampingan kepada masyarakat terdampak akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih dan dinyatakan aman.
BPBD Sumenep mengimbau masyarakat tetap waspada serta melaporkan segera jika ditemukan dampak lanjutan bencana.(Red)











