Sumenep, Salam News. Id – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmennya menjadikan Pawai Muharram sebagai agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sumenep demi memperkuat syiar Islam. Komitmen tersebut disampaikan saat Bupati melepas ratusan peserta Pawai Muharram dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di pusat kota.
Momentum itu menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat sekaligus memperlihatkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang telah berlangsung lama. Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung meriah dengan melibatkan pelajar, guru, orang tua, serta masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tenaga pendidik, peserta, dan semua pihak yang telah mendukung kesuksesan pelaksanaan Pawai Muharram tahun ini. Menurut Bupati, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap syiar Islam dan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti pawai dengan penuh semangat, disiplin, serta menjaga ketertiban sepanjang kegiatan. Achmad Fauzi menjelaskan bahwa Pawai Muharram bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tradisi keagamaan yang telah berkembang di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.
Tradisi tersebut dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Islam yang diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan pelaksanaan Pawai Muharram sebagai bentuk pelestarian budaya religius yang terus hidup di tengah masyarakat Sumenep.
Bupati berharap kegiatan tersebut mampu menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Islam sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini. Kepada para pelajar yang mengikuti pawai, Bupati berpesan agar selalu menjaga semangat, kedisiplinan, serta menunjukkan akhlakul karimah dalam setiap aktivitas kehidupan.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan pembangunan serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai awal memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memperkuat semangat dalam menuntut ilmu.
Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus menyelenggarakan Pawai Muharram setiap tahun selama dirinya dipercaya memimpin daerah tersebut. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Achmad Fauzi Wongsojudo secara resmi melepas peserta pawai dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim yang disambut antusias seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, menjelaskan pawai diikuti sekitar 750 pelajar dari 30 lembaga pendidikan. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar, madrasah, sekolah menengah, hingga lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di Kabupaten Sumenep.
Menurut Kamiluddin, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, membangun karakter religius, serta mempererat hubungan pemerintah dengan dunia pendidikan. Pelaksanaan Pawai Muharram mengacu pada disposisi Bupati Sumenep mengenai rangkaian kegiatan Bulan Muharram 1448 Hijriah yang telah dipersiapkan sebelumnya secara matang.
Panitia berharap Tahun Baru Islam menjadi sarana refleksi, memperkuat semangat hijrah, serta mendorong lahirnya generasi unggul yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Momentum hijrah juga dimaknai sebagai ajakan melakukan muhasabah, meningkatkan ketakwaan kepada Allah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Selain pawai, rangkaian kegiatan diawali dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun bersama alim ulama, organisasi Islam, serta pimpinan perangkat daerah. Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep sebagai bentuk ikhtiar spiritual menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Dalam pelaksanaan pawai, para peserta mengenakan berbagai atribut Islami yang menampilkan semangat kebersamaan sekaligus memperindah suasana peringatan Tahun Baru Hijriah. Rute pawai dimulai dari depan Labang Mesem, melintasi sejumlah jalan utama Kota Sumenep, kemudian kembali berakhir di lokasi pemberangkatan peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semangat hijrah tidak berhenti pada perayaan seremonial, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kualitas keimanan, akhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah. .(Wr/red)











