Salam News. Id – Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal dengan tensi tinggi menyelimuti stadion dan kedua tim tampil penuh determinasi besar. Atmosfer panas semakin terasa ketika pelatih Benfica, Jose Mourinho, harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit pertandingan.
Sebelum insiden tersebut, laga sempat terhenti cukup lama menyusul gol yang dicetak penyerang andalan Real Madrid. Gol itu dicetak oleh Vinicius Junior yang memicu reaksi keras suporter tuan rumah di tribun stadion.
Selebrasi penuh ekspresi dari pemain Brasil tersebut dianggap provokatif sehingga memancing kemarahan publik tuan rumah. Kondisi stadion menjadi tidak kondusif dan memaksa perangkat pertandingan mengambil keputusan menghentikan laga sementara waktu.

Sejak peluit awal dibunyikan, Benfica langsung mengambil inisiatif serangan dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri. Peluang pertama hadir sangat cepat melalui sepakan keras Gianluca Prestianni yang masih melambung di atas mistar gawang.
Tim tamu merespons lewat tekanan balik dan mulai menemukan ritme permainan memasuki menit kesembilan pertandingan. Tendangan keras Kylian Mbappe sempat menguji konsentrasi penjaga gawang Benfica meski akhirnya berhasil diamankan dengan baik.
Bola sempat terlepas dari tangkapan kiper, namun dengan sigap kembali dikuasai sebelum disambar penyerang lawan. Benfica terus menjaga intensitas permainan dengan mencoba tembakan jarak jauh dari berbagai sisi lapangan serangan.
Upaya Amar Dedic masih belum membuahkan hasil setelah bola mengarah tepat ke pelukan penjaga gawang Madrid. Real Madrid kemudian membalas melalui percobaan Arda Guler yang juga mengancam dari luar kotak penalti.
Peluang emas hampir tercipta ketika umpan silang matang gagal diantisipasi sempurna barisan pertahanan Benfica. Vinicius menyambar bola liar tersebut, tetapi arah tembakannya masih melebar dari sasaran utama gawang.
Kiper Madrid tampil gemilang saat menepis peluang berbahaya yang dilepaskan pemain tengah Benfica. Menjelang turun minum, Mbappe kembali memperoleh kesempatan emas melalui umpan terukur dari sisi kanan penyerangan.
Sayangnya, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol karena sentuhan akhir kurang sempurna di depan gawang. Babak pertama ditutup tanpa gol setelah tambahan waktu tiga menit tidak mengubah papan skor pertandingan.
Memasuki babak kedua, Real Madrid tampil lebih agresif dan langsung menekan lini pertahanan lawan. Gol pembuka akhirnya tercipta lewat aksi individu brilian Vinicius yang mengecoh bek sebelum melepaskan tembakan melengkung.
Bola bersarang indah di sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau penjaga gawang Benfica. Selebrasi penuh tarian yang dilakukan Vinicius dianggap berlebihan sehingga ia diganjar kartu kuning oleh wasit.
Tak lama setelah itu, wasit Francois Letexier menghentikan pertandingan selama sepuluh menit akibat situasi tribun memanas. Pertandingan dilanjutkan kembali dengan pengamanan ketat sementara suporter terus memberikan tekanan verbal kepada pencetak gol.
Vinicius kembali hampir mencetak gol kedua, tetapi kiper Benfica tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Memasuki menit akhir, ketegangan memuncak ketika terjadi pelanggaran di dekat kotak penalti Madrid.
Protes keras dari Mourinho membuat wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk pelatih berpengalaman tersebut. Tambahan waktu dua belas menit diberikan akibat insiden sebelumnya yang sempat menghentikan jalannya pertandingan.
Pada sisa waktu itu, Real Madrid memilih bermain aman demi menjaga keunggulan tipis tetap bertahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tidak berubah dan kemenangan menjadi milik tim tamu. Hasil akhir mencatat Benfica harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor tipis dalam laga penuh drama tersebut.(*/Red)











