Isu Plt Sekda Sumenep Menghangat, Pengamat Soroti Rekam Jejak Calon

- Pewarta

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Rumor pengisian jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep memunculkan perdebatan publik. Isu ini menghangat. Tokoh yang disebut-sebut akan mengisi posisi Plt Sekda dinilai kontroversial. Banyak pihak meragukan integritas dan rekam jejak calon tersebut.

Menanggapi hal itu, pengamat politik lokal, Arif Hidayat, menilai bupati harus mempertimbangkan masukan dari masyarakat secara serius dan objektif. “Penunjukan jabatan penting seperti Plt Sekda tidak boleh didasarkan pada kedekatan, tapi pada kualifikasi dan integritas,” kata Arif.

Ia menambahkan bahwa posisi Plt Sekda sangat strategis, sehingga perlu diisi oleh figur yang berkompeten dan memiliki prestasi yang jelas. Menurutnya, jika pejabat yang diangkat tidak memiliki prestasi, maka dikhawatirkan hanya akan menambah persoalan birokrasi di lingkungan Pemkab Sumenep.

“Kita tidak bisa bermain-main dengan posisi Sekda. Ini adalah jabatan sentral dalam jalannya roda pemerintahan,” ujar Arif tegas. Beredar kabar bahwa tokoh yang digadang-gadang menjadi Plt Sekda memiliki masa lalu yang tidak mendukung transparansi dan akuntabilitas publik.

Baca Juga :  Selamat Setelah Terombang-Ambing Dua Hari di Laut, Enam ABK Kapal Pengangkut Kayu Ditemukan Selamat di Perairan Giliyang

“Kalau calon yang diangkat justru memiliki rekam jejak buruk, itu akan menjadi sinyal negatif bagi publik,” jelas Arif dalam pernyataannya. Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme. Jangan sampai penunjukan ini menjadi pintu masuk praktik-praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan.

Pengamat berharap agar bupati bersikap lebih hati-hati dan bijak dalam menetapkan Plt Sekda demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Ini momen penting bagi bupati menunjukkan kepemimpinan yang matang dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan golongan tertentu.”

Rumor tersebut telah menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan lokal. Banyak pihak meminta kejelasan dan transparansi dalam proses seleksi dan penunjukan, termasuk rekam jejak dari kandidat yang akan diangkat.

Baca Juga :  Iring -iringan Rombongan Capres dan Cawapres Amin Mengalami Kecelakaan Beruntun di Pragaan Sumenep

Menurut pengamat, keterbukaan dalam proses ini akan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah terhadap prinsip good governance yang bersih dan adil. “Kalau memang orangnya punya integritas dan berprestasi, publik tentu bisa menerima. Tapi kalau sebaliknya, pasti akan menimbulkan resistensi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemimpin yang cerdas adalah mereka yang tidak mengambil keputusan strategis hanya karena tekanan politik semata. Tokoh yang dipercaya menjadi Plt Sekda harus benar-benar memahami seluk-beluk birokrasi dan mampu mempercepat pelayanan publik di Sumenep.

Arif juga mengingatkan bahwa jabatan sementara bukan berarti bisa diisi sembarangan. Kualitas tetap harus menjadi tolok ukur utama. “Plt Sekda itu ujung tombak. Kalau keliru menunjuk, maka seluruh sistem administrasi dan pelayanan bisa terganggu,” tegasnya menutup.

Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan mendengarkan suara publik serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik atau kelompok.(*/Red)

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Tegaskan Pentingnya Pembinaan
125 Anak Sumenep Unjuk Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai Tugu Keris
Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Kunjungi SMAN 2 Sumenep, Khofifah Serahkan Beasiswa Rp1 Juta bagi Siswa Kurang Mampu
DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Tegaskan Pentingnya Pembinaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:23 WIB

125 Anak Sumenep Unjuk Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai Tugu Keris

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Kunjungi SMAN 2 Sumenep, Khofifah Serahkan Beasiswa Rp1 Juta bagi Siswa Kurang Mampu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:53 WIB

DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun

Berita Terbaru