Sumenep, Salam News. Id – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan penguatan literasi di Kabupaten Sumenep merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, peran aktif insan pers dan pelaku media sangat penting dalam menumbuhkan budaya baca serta meningkatkan kesadaran literasi publik.
Bupati menilai literasi bukan hanya tugas pemerintah daerah semata, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat luas. Ia menyampaikan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar gerakan literasi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok desa terpencil.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat ditemui di rumah dinasnya pada Jumat siang, menyoroti pentingnya keterlibatan media. Menurutnya, insan pers memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan informasi edukatif sekaligus membangun kesadaran literasi masyarakat secara berkelanjutan.

Bupati Fauzi menekankan bahwa literasi berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mengambil bagian aktif dalam menyosialisasikan pentingnya literasi kepada masyarakat.
Ia menegaskan, sosialisasi literasi harus terus digencarkan secara masif agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Penyampaian edukasi literasi, katanya, perlu dilakukan secara konsisten hingga menjangkau desa-desa yang berada di wilayah terpencil. Menurut Bupati, literasi sangat penting dalam memperluas wawasan serta membangun pola pikir kritis masyarakat.
Dengan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menyaring informasi serta mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Bupati Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada DPC PWRI Sumenep atas komitmennya menjaga budaya literasi kalangan pelajar.
Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian organisasi tersebut dalam mendukung peningkatan minat baca generasi muda. Menurutnya, kontribusi organisasi pers sangat berarti dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan penguatan literasi.
Ia berharap organisasi pers dapat terus menjadi motor penggerak literasi lintas usia dan kalangan masyarakat. Literasi, lanjutnya, tidak hanya penting bagi anak-anak dan pelajar, tetapi juga bagi kaum muda, dewasa hingga lanjut usia.
Semua kelompok usia, menurut Bupati, memiliki peran dalam menjaga dan mengembangkan budaya literasi di lingkungannya. Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar, turut memberikan pandangannya terkait literasi.
Ia menyebut literasi merupakan bentuk edukasi yang harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing individu. Menurut Ibnu Hajar, sebelum mengajak orang lain membaca dan belajar, seseorang perlu membangun kebiasaan tersebut dalam dirinya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers menjadi kunci penguatan budaya literasi. Sinergi tersebut diyakini mampu memperluas gerakan membaca serta mendorong masyarakat berpikir kritis dan kreatif.
Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, juga menyatakan komitmennya mendukung gerakan literasi secara berkelanjutan di daerahnya. Ia menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan terus menghadirkan berbagai program literasi bagi masyarakat luas.
Rusydiyono berharap gerakan literasi tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya membaca harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter masyarakat yang gemar belajar.
Ia optimistis gerakan literasi akan terus berkembang dan menjangkau hingga ke pelosok desa. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang cerdas, berpengetahuan luas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Fauzi menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada DPC PWRI Sumenep. Penyerahan buku tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya baca masyarakat.
Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan literasi di lingkungan pelajar. Langkah tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan insan pers dalam membangun peradaban literasi.(*)











