Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Pemkab Sumenep Dorong Inovasi Festival Ketupat 2026 Tanpa Tinggalkan Tradisi Lokal

- Pewarta

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan arah pembangunan berbasis kearifan lokal melalui Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang berlangsung semarak sekali. Festival ini tidak hanya menjadi perayaan tradisi pasca Idulfitri tetapi juga instrumen strategis mendorong pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menegaskan Festival Ketupat memiliki makna jauh melampaui seremoni budaya semata. Membacakan sambutan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ia menyebut tradisi tersebut sebagai refleksi nilai sosial yang hidup di masyarakat luas.

Festival Ketupat bukan sekadar tradisi tahunan tetapi memiliki nilai filosofis sosial dan ekonomi besar bagi masyarakat Sumenep secara keseluruhan sekali. Ia menekankan pentingnya menjadikan festival sebagai magnet wisata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga melalui peningkatan ekonomi lokal berkelanjutan bersama.

Ucapan KPU-HPN 2025

Festival Ketupat harus didorong menjadi event unggulan mampu menarik wisatawan sekaligus memberi manfaat nyata bagi pelaku UMKM daerah setempat semua. Lebih jauh Ferdiansyah menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pengemasan acara tanpa meninggalkan akar budaya sebagai identitas masyarakat lokal yang kuat tetap.

Kita ingin festival dikemas lebih kreatif inovatif namun tetap menjaga nilai kearifan lokal sebagai identitas budaya masyarakat Sumenep berkelanjutan kuat. Menurutnya Festival Ketupat memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari tradisi leluhur mereka.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Sambut Kedatangan Jamaah Haji di GOR A Yani Penglegur Sumenep

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pelestarian budaya berkelanjutan melalui sinergi pemerintah masyarakat pelaku usaha dan komunitas kreatif lokal. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi menyampaikan festival momentum penting memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan seharihari. Ia menilai semangat gotong royong tercermin dalam festival merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama masyarakat luas.

Kami berharap nilai kebersamaan dan gotong royong tumbuh serta terpelihara melalui kegiatan budaya seperti Festival Ketupat setiap tahunnya di Sumenep. Faruk juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat sebagai indikator keberhasilan festival yang menunjukkan tradisi masih hidup dan dicintai berbagai kalangan luas.

Antusiasme peserta dari ASN pelajar maupun masyarakat umum menunjukkan Festival Ketupat tetap diminati dan menjadi bagian penting kehidupan budaya lokal. Festival Ketupat 2026 diikuti ratusan peserta menghadirkan beragam kreasi ketupat katopa sangoh toju kope bhabang jharan hingga bentuk masjid unik.

Baca Juga :  Dari SPBN hingga Cold Storage: KNMP Ubah Wajah Pesisir Desa Dapenda

Selain itu panitia menggelar dua kategori lomba utama yakni menu ketupat diikuti perangkat daerah hotel restoran serta lomba menganyam ketupat. Total peserta lomba menganyam mencapai seratus dua puluh orang yang menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam melestarikan tradisi budaya tersebut bersama.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat lomba menganyam ketupat digelar menghadirkan suasana kompetisi sekaligus pelestarian budaya yang sarat makna tradisional lokal. Beragam inovasi kuliner ketupat ditampilkan dengan cita rasa khas serta penyajian modern yang menarik perhatian pengunjung selama festival berlangsung meriah.

Di sisi lain hasil anyaman ketupat rapi beragam bentuk mencerminkan keterampilan serta ketelatenan peserta menjaga warisan leluhur secara konsisten turuntemurun. Pengemasan festival yang semakin profesional diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Sumenep di tingkat regional maupun nasional berkelanjutan secara.

Selain itu kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat dan tradisi tetap lestari sepanjang waktu.(W/Red)

Berita Terkait

Festival Ketupat Lombang 2026: Kreativitas, Tradisi, dan Kebersamaan Bersatu di Pesisir Sumenep
Meriah dan Penuh Makna! Lomba Orong Ketupat Pantai Lombang Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Warga
Lebaran di Sumenep Harmoni Silaturahmi, Tradisi, dan Refleksi Spiritual yang Mengakar
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo: Idulfitri Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Waktu Memperkuat Persaudaraan
Khidmat dan Haru, Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jamik Sumenep Dipenuhi Ribuan Umat
Gema Takbir Menggetarkan Sumenep, Wakil Bupati Sumenep Resmi Buka Malam Takbiran Penuh Kebersamaan
Menteri Rasa Sahabat Aksi Pak Purpaya Dengarkan Rakyat Langsung di TikTok Jadi Sorotan
Perbedaan Lebaran hingga 3 Hari, Wajarkah? Ini Penjelasan Ustad Juneid yang Bikin Terang

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:06 WIB

Pemkab Sumenep Dorong Inovasi Festival Ketupat 2026 Tanpa Tinggalkan Tradisi Lokal

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:57 WIB

Festival Ketupat Lombang 2026: Kreativitas, Tradisi, dan Kebersamaan Bersatu di Pesisir Sumenep

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:51 WIB

Meriah dan Penuh Makna! Lomba Orong Ketupat Pantai Lombang Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:54 WIB

Lebaran di Sumenep Harmoni Silaturahmi, Tradisi, dan Refleksi Spiritual yang Mengakar

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:48 WIB

Khidmat dan Haru, Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jamik Sumenep Dipenuhi Ribuan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:14 WIB

Gema Takbir Menggetarkan Sumenep, Wakil Bupati Sumenep Resmi Buka Malam Takbiran Penuh Kebersamaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menteri Rasa Sahabat Aksi Pak Purpaya Dengarkan Rakyat Langsung di TikTok Jadi Sorotan

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:51 WIB

Perbedaan Lebaran hingga 3 Hari, Wajarkah? Ini Penjelasan Ustad Juneid yang Bikin Terang

Berita Terbaru