Sumenep, Salam News. Id – Peristiwa mengejutkan terjadi saat pelayaran KMP Darma Kartika rute Jangkar menuju Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, pada Kamis pagi. Seorang penumpang dilaporkan diduga melompat ke laut ketika kapal sedang dalam perjalanan menuju tujuan akhir pelayaran tersebut.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul delapan tiga puluh WIB ketika kapal berada di tengah laut dalam kondisi pelayaran normal. Lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar tiga mil dari Pelabuhan Jangkar, saat kapal melanjutkan perjalanan menuju wilayah Raas Sumenep.
Korban diketahui bernama Tohari berusia tiga puluh satu tahun yang merupakan warga Dusun Darpa Desa Karangnangka Kecamatan Raas. Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh pihak pengelola kapal melalui Kepala Cabang PT DDU Kalianget bernama Maman Surachman.

Maman menjelaskan bahwa korban merupakan penumpang resmi yang menaiki kapal dari Pelabuhan Jangkar dengan tujuan menuju Pulau Raas. Menurut keterangan kru kapal, beberapa anak buah kapal melihat langsung kejadian saat korban melompat ke laut dari atas kapal.
Kesaksian tersebut kemudian diperkuat dengan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area kapal penumpang tersebut. Dari hasil penelusuran internal, korban diketahui bepergian bersama seorang teman yang juga berada di kapal dengan membawa sepeda motor.
Teman korban tersebut menjadi salah satu saksi yang ikut dimintai keterangan oleh pihak kapal terkait peristiwa yang terjadi tersebut. Namun demikian, teman korban mengaku tidak mengetahui adanya masalah pribadi yang sedang dialami oleh Tohari sebelum kejadian berlangsung.
Pihak kapal juga belum mendapatkan informasi jelas mengenai kondisi psikologis korban sebelum insiden tragis tersebut terjadi di atas kapal. Maman menyebut bahwa secara logika, tindakan melompat ke laut kemungkinan dipengaruhi oleh tekanan atau masalah tertentu yang belum diketahui.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai latar belakang atau penyebab korban nekat melakukan tindakan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi di bagian dek atas kapal, tepatnya di sisi kanan dekat dengan lokasi sekoci atau perahu penyelamat.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, kru kapal segera melakukan prosedur darurat sesuai standar keselamatan pelayaran yang berlaku saat itu. Mesin kapal langsung dihentikan sementara untuk memungkinkan proses pencarian dilakukan di sekitar lokasi korban diduga jatuh ke laut.
Kapal juga melakukan manuver dengan berputar di sekitar titik kejadian guna memperluas area pencarian korban yang hilang tersebut. Upaya pencarian dilakukan kurang lebih selama satu jam oleh kru kapal dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Namun sayangnya, hasil pencarian awal tersebut tidak membuahkan hasil sehingga korban belum berhasil ditemukan hingga proses dihentikan. Pihak kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada syahbandar untuk mendapatkan penanganan lanjutan dari pihak berwenang terkait.
Laporan tersebut segera diteruskan kepada tim SAR yang memiliki kewenangan melakukan pencarian dan penyelamatan di wilayah perairan tersebut. Atas arahan syahbandar Pelabuhan Jangkar, kapal akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Raas setelah pencarian awal selesai dilakukan. Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian lanjutan oleh tim SAR dikabarkan masih terus berlangsung.(Red)











