Camat Pragaan Dampingi BRIDA dan Polisi Tinjau Sumur Bor Diduga Berbahaya

- Pewarta

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui BRIDA melakukan peninjauan langsung terhadap sumur bor di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan yang sempat menghebohkan warga. Peninjauan dilakukan setelah muncul dugaan bahwa sumur tersebut mengandung gas bumi yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan peninjauan berlangsung pada Jumat dua puluh tujuh Maret dua ribu dua puluh enam dengan melibatkan berbagai unsur dari pemerintah daerah. Tim yang hadir terdiri dari BRIDA, Kabag Perekonomian dan SDM, serta perwakilan dari kepolisian setempat untuk memastikan keamanan lokasi.

Selain itu turut hadir Kompol Widiarti bersama jajaran Polres Sumenep yang ikut melakukan pengawasan selama proses peninjauan berlangsung di lokasi. Kegiatan tersebut juga didampingi langsung oleh Camat Pragaan Indra Hermawan bersama aparat kecamatan serta unsur pemerintahan desa setempat.

Kapolsek Prenduan dan Kepala Desa Karduluk juga terlihat aktif berkoordinasi dengan tim guna memastikan seluruh proses berjalan aman terkendali. Peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari sumur bor yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat

Camat Pragaan Indra Hermawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi situasi yang berkembang. Menurutnya keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya yang ditimbulkan sumur tersebut.

Ia menyampaikan bahwa hasil peninjauan bersama tim menunjukkan perlunya tindakan tegas demi mencegah risiko yang lebih besar terjadi. Keputusan yang diambil adalah menutup sumur bor tersebut secara permanen demi menjaga keamanan dan keselamatan warga sekitar lokasi.

Langkah penutupan dilakukan sebagai upaya preventif agar tidak terjadi kebocoran gas atau potensi ledakan yang membahayakan masyarakat setempat. Selain itu tim juga menemukan adanya sumur lain di sekitar lokasi yang memiliki air dengan bau menyerupai gas cukup menyengat.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel air untuk dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium tingkat provinsi. Pengujian ini bertujuan memastikan kandungan zat yang terdapat dalam air tersebut apakah benar mengandung gas atau hanya fenomena alami biasa.

Indra Hermawan menyatakan bahwa proses pengujian laboratorium sangat penting untuk mendapatkan kepastian ilmiah terkait kondisi sumur tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil risiko tanpa dasar ilmiah sehingga setiap langkah harus berdasarkan hasil penelitian yang akurat.

Baca Juga :  Siap Mengabdi, Ersyad Maju Jadi Caleg di Dapil IV DPRD Sumenep Dari Partai Nasdem

Sementara itu masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi yang terjadi di wilayah mereka saat ini. Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi sumur demi menghindari kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Pengawasan di sekitar lokasi terus dilakukan oleh aparat gabungan untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat yang berpotensi membahayakan diri. Langkah pengamanan ini akan terus berlangsung hingga seluruh proses penanganan serta penelitian laboratorium selesai dilakukan secara menyeluruh.

Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan terkait pengelolaan dan penanganan sumur tersebut. Pemerintah berharap dengan adanya langkah ini masyarakat dapat merasa lebih aman serta mendapatkan kepastian terkait kondisi lingkungan mereka.

Upaya ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan serta kewaspadaan terhadap potensi bahaya lingkungan sekitar.(W/Red)

Berita Terkait

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan
Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep
Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026
Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak
Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan
Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Berita Terbaru