Sumenep, Salam News. Id – Ketua DPD KNPI Sumenep, Khairul Umam, menegaskan bahwa persatuan di era modern tidak hanya bermakna kebangsaan, tetapi juga mencakup sinergi lintas pemikiran, profesi, dan generasi. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda kini harus dimaknai secara lebih luas dan kontekstual terhadap tantangan zaman.
Ia menuturkan bahwa Sumpah Pemuda hari ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi dan semangat kebersamaan. Pemuda harus bersumpah untuk berkolaborasi, bukan berkompetisi tanpa arah, agar energi besar generasi muda tidak habis untuk saling menjatuhkan, tetapi justru membangun.
Lebih lanjut, Khairul Umam menekankan bahwa Sumpah Pemuda juga berarti bersinergi dalam memajukan daerah. Ia mengajak seluruh pemuda Sumenep untuk menjadikan kerja sama dan kolaborasi sebagai pondasi utama dalam mengembangkan potensi lokal agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Menurutnya, kekuatan suatu daerah tidak hanya terletak pada kekayaan alam atau sumber daya material, tetapi pada semangat pemuda yang bersatu dan berpikir maju. Ketika generasi muda mau bekerja sama dan berinovasi, maka kemajuan akan tumbuh dari bawah, dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar.
Khairul Umam juga menegaskan bahwa gerak perubahan selalu lahir dari keberanian pemuda. Mereka yang berani bertanya, menggugat ketidakadilan, dan menawarkan solusi adalah motor penggerak kemajuan bangsa. Kritik yang membangun bukan bentuk perlawanan, melainkan tanda cinta dan kepedulian terhadap masa depan daerah.
Ia menambahkan, “Kritisisme adalah energi peradaban. Pemuda yang berani berpikir kritis dan peduli terhadap masalah sosial akan melahirkan perubahan yang nyata dan bermakna bagi masyarakat.” Pandangan ini menggambarkan betapa pentingnya keberanian berpikir dan bertindak di tengah kompleksitas zaman.
Menurutnya, persatuan pemuda adalah fondasi kemajuan bangsa. Ketika generasi muda bersatu dalam visi dan karya, maka setiap langkah kecil akan menjadi kontribusi besar bagi pembangunan dan kemajuan daerah Sumenep secara menyeluruh.
“Jika pemuda bersatu dalam visi dan karya, maka setiap jengkal tanah akan tumbuh menjadi ladang peradaban,” ujar Khairul Umam dengan penuh semangat. Kalimat ini menjadi pesan mendalam tentang pentingnya kesatuan tujuan dan semangat kolektif dalam membangun masa depan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini, lanjutnya, harus dijadikan ajang refleksi dan aksi nyata. Pemuda harus mampu mengubah semangat sejarah menjadi gerak modern yang produktif dan solutif bagi masyarakat. Semangat persatuan harus hadir dalam tindakan, bukan sekadar slogan.
Ia berharap seluruh pemuda Sumenep dapat terus menjadi pelopor perubahan positif, menjaga harmoni, serta menumbuhkan inovasi dalam setiap langkah. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, daerah akan semakin maju dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
“Jadikan semangat Persatuan bukan sekadar kata dalam sejarah, tetapi daya yang menggerakkan masa depan,” pungkas Khairul Umam. Melalui pesan tersebut, ia mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan Sumpah Pemuda sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025, mari bersatu, berkolaborasi, dan bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih kuat dan beradab.(*/Red)











