Pragaan Unjuk Gigi! Ukiran Nyior Ondung dan UMKM Lokal Curi Perhatian di GOR A. Yani

- Pewarta

Rabu, 3 September 2025 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Stand Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, tampil memukau dengan ukiran khas bernama Nyior Ondung dalam pameran pembangunan tahunan.

Pameran tersebut berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) A. Yani, Desa Pabean, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Produk yang diusung merupakan seni ukir kayu khas Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang dikenal memiliki nilai seni tinggi.
Camat Pragaan, Indra Hernawan, S.Sos., M.M., menjelaskan alasan menampilkan ukiran Nyior Ondung di acara tahunan ini.

“Ukiran ini adalah produk lokal unggulan yang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Karduluk,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, pihaknya ingin memperkenalkan lebih luas potensi seni ukir khas Pragaan ke masyarakat umum.
Menurutnya, pameran ini adalah momentum strategis untuk mengenalkan identitas budaya serta potensi ekonomi lokal setempat.
“Nyior Ondung bukan hanya indah secara visual, tapi memiliki nilai historis dan filosofis masyarakat Madura,” jelasnya.

Camat Indra menambahkan, ukiran Nyior Ondung memiliki keunikan dalam motif, warna, serta teknik pengerjaan yang sangat detail.
“Keunikan inilah yang membedakan ukiran ini dari produk seni ukir daerah lainnya di Jawa Timur,” tambah Indra.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat luar Sumenep mulai tertarik terhadap produk ukiran dari Kecamatan Pragaan ini.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar untuk seni ukir Nyior Ondung sangat terbuka, baik lokal maupun nasional.

Baca Juga :  Kasus DBD Meningkat, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Masyarakat untuk Waspada

Tidak hanya nilai budaya, seni ukir ini juga membawa dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
“Melalui pengembangan seni ukir lokal, masyarakat desa mendapatkan penghasilan tambahan secara berkelanjutan,” tegas Camat Indra.
Bahkan, menurutnya, beberapa pengrajin di Desa Karduluk sudah mulai mendapat pesanan dari luar daerah.
Pemerintah kecamatan akan terus mendorong pelestarian seni ukir ini sebagai produk unggulan khas daerah.

Selain ukiran, Kecamatan Pragaan juga menampilkan produk UMKM lokal lainnya dalam pameran pembangunan tersebut.
Produk tersebut dipamerkan bersama Kecamatan Guluk-Guluk dan Ganding dalam satu stand gabungan bernama “Praguding”.
Beberapa produk UMKM unggulan yang ditampilkan yaitu petis, rengginang kripik, ba’daba’, jubede, dan makanan khas lainnya.
Semua produk tersebut merupakan hasil olahan masyarakat lokal yang memiliki cita rasa khas Madura.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Gelar Panen Padi Nusantara

“Masyarakat sangat antusias membeli produk kami karena harganya terjangkau dan rasanya sesuai selera,” kata Camat Indra.
Ia mengaku bersyukur karena produk yang ditampilkan habis terjual selama acara berlangsung di lokasi pameran.
Ini menunjukkan bahwa produk lokal Pragaan memiliki daya saing dan bisa diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.
Camat Indra berharap, kesuksesan ini menjadi dasar untuk pengembangan UMKM lebih serius ke depannya.

Ia juga berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung pengembangan produk lokal dari segi kualitas dan pemasaran.
“Dukungan pemerintah penting untuk membantu pengurusan izin produksi, sertifikasi BPOM, dan desain kemasan produk,” harapnya.
Dengan dukungan penuh, ia optimistis produk-produk lokal Kecamatan Pragaan bisa bersaing di pasar nasional.
Pameran ini bukan hanya ajang promosi, tapi juga bukti nyata potensi besar ekonomi kreatif di daerah.(*/Red)

Berita Terkait

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka
Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas
RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan
DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan
Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan
DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026
Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:53 WIB

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka

Senin, 20 Juli 2026 - 18:47 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:50 WIB

DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terbaru