Sumenep, Salam News. Id – Ratusan peserta program mudik gratis tahun 2026 dari Kabupaten Sumenep akhirnya tiba kembali di kampung halaman pada Senin dini hari. Rombongan pemudik tiba di titik penurunan depan Keraton Sumenep sekitar pukul 01.30 dengan sambutan keluarga yang menunggu sejak pukul 23.00.
Suasana haru langsung terasa ketika para perantau turun dari bus kemudian memeluk keluarga setelah lama bekerja dan hidup jauh diperantauan. Banyak peserta mudik tampak tidak mampu menahan air mata bahagia karena akhirnya dapat pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan.
Program mudik gratis tersebut memang menjadi harapan banyak perantau asal Sumenep yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya setiap menjelang lebaran. Salah pemudik asal Desa Lalangon Kecamatan Manding bernama Rofiqo Fauzan Firdaus mengaku sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis pemerintah.

Pria berusia tiga puluh satu tahun tersebut mengatakan kesempatan pulang kampung melalui program ini sangat membantu para perantau seperti dirinya. Ia menilai fasilitas perjalanan yang disediakan panitia selama perjalanan dari Jakarta menuju Sumenep sangat baik nyaman serta membuat peserta bahagia.
Menurutnya para peserta juga mendapatkan layanan makan tiga kali selama perjalanan sehingga perjalanan jauh terasa lebih ringan menyenangkan bagi semua. Firda mengatakan pengalaman mengikuti mudik gratis tahun ini menjadi kenangan menyenangkan karena pelayanan panitia sangat ramah dan memperhatikan kebutuhan peserta.
Ia bahkan menyebutkan seluruh peserta terlihat senang sepanjang perjalanan hingga akhirnya tiba kembali di kampung halaman bertemu keluarga tercinta malam. Menurut Firda tanpa program mudik gratis biaya perjalanan dari Jakarta menuju Madura biasanya jauh lebih mahal bahkan bisa meningkat drastis.
Harga tiket bus sleeper menurut pengalamannya dapat mencapai sekitar satu juta rupiah sedangkan bus biasa berkisar enam ratus ribu rupiah. Biaya tersebut tentu terasa berat bagi perantau yang harus membawa anggota keluarga pulang kampung menjelang perayaan Idul Fitri setiap tahun.
Ia mencontohkan apabila satu keluarga terdiri dari tiga orang maka total biaya perjalanan mudik bisa mencapai sekitar tiga juta rupiah. Karena itu dirinya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah daerah Kabupaten Sumenep tahun ini bersama.
Firda berharap pada tahun mendatang pemerintah daerah dapat menambah jumlah armada bus agar lebih banyak perantau bisa merasakan manfaat program. Menurutnya masih banyak warga Sumenep yang bekerja di Jakarta dan kota lain ingin pulang tetapi terkendala biaya transportasi cukup mahal.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya memang telah menyiapkan program mudik gratis sebagai bagian pelayanan kepada masyarakat perantau menjelang perayaan Idul Fitri. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Syahwan Efendi menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari semangat pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat perantau Sumenep.
Program ini juga bertujuan membantu masyarakat mengurangi beban biaya perjalanan pulang kampung sekaligus memberikan rasa aman selama perjalanan mudik lebaran. Selain itu pemerintah berharap program ini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan jauh.
Rombongan pemudik dari Jakarta yang tiba dini hari tersebut menjadi gelombang lanjutan dari rangkaian program mudik gratis Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah menganggarkan dana sekitar satu koma satu miliar rupiah guna memfasilitasi para perantau pulang kampung bertemu keluarga saat lebaran.
Melalui program tersebut diharapkan semakin banyak warga Sumenep yang merasakan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung halaman saat lebaran.(Red)











