Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Tanggapan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Terkait Tuduhan Pemotongan Dana Kapitasi di Puskesmas

- Pewarta

Kamis, 16 Januari 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Elya Fardasyah, menanggapi keras tuduhan yang mengaitkan oknum dari Dinas Kesehatan terkait dugaan pemotongan dana kapitasi di puskesmas. Tuduhan itu dianggap tidak berdasar dan tidak sesuai kenyataan yang ada di lapangan.

Dana kapitasi adalah pembayaran tetap dari BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas. Pembayaran tersebut didasarkan pada jumlah peserta terdaftar, bukan jenis atau jumlah layanan yang diterima. Dana ini digunakan untuk operasional dan biaya pelayanan kesehatan.

Elya menjelaskan, sejak 2021, pengelolaan dana kapitasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab puskesmas. Sistem pengelolaan ini sudah berubah sejak 2015, dengan puskesmas diberikan otonomi penuh untuk mengelola dana tersebut. Dinas Kesehatan kini tidak lagi terlibat langsung dalam pengelolaan dana.

Ucapan KPU-HPN 2025

“Sejak 2021, Dinas Kesehatan tidak mengelola dana kapitasi lagi. Dana itu langsung ditransfer ke puskesmas, dan kami hanya menerima laporan sinkronisasi,” ujar Elya. Dengan ini, Dinas Kesehatan tidak memiliki wewenang atas pengelolaan dana kapitasi.

Baca Juga :  Dua Pemain Bertahan Timnas U-23 Absen Lawan Guinea, Shin Tae-yong: Petahanan Nyaris Runtuh

Elya menegaskan bahwa tuduhan pemotongan dana kapitasi oleh oknum Dinas Kesehatan sama sekali tidak benar. Seluruh proses pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Puskesmas memiliki tanggung jawab penuh untuk mengelola dana tersebut dengan transparansi.

“Tuduhan pemotongan dana kapitasi itu tidak benar. Kami pastikan tidak ada pengurangan atau pemotongan dana,” jelas Elya. Sistem pengelolaan dana ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di puskesmas.

Perubahan dalam pengelolaan dana kapitasi ini bertujuan agar puskesmas lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola dana dari BPJS Kesehatan. Dengan demikian, diharapkan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat lebih optimal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Elya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Dinas Kesehatan Sumenep tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Keberhasilan pengelolaan dana kapitasi yang transparan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Silaturahmi Danrem 084/BJ Bersama Kelompok Tani di Lokasi Ketahanan Pangan Kodim 0827/Sumenep

Pihak Dinas Kesehatan berharap masyarakat Sumenep dapat memahami perubahan sistem pengelolaan dana kapitasi yang berlaku sejak 2021. Masyarakat diminta untuk selalu mencari informasi yang valid dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Dengan sistem baru ini, puskesmas diharapkan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Elya juga berharap agar tidak ada lagi keraguan atau kecurigaan terkait pengelolaan dana kapitasi di puskesmas ke depannya. Hal ini sangat penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara masyarakat dan Dinas Kesehatan, serta memastikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep terus berkembang dengan baik.(Red)

Berita Terkait

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah
Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran
Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah
Bupati Fauzi Santuni Anak Yatim di Kantor BAZNAS, Ramadan Jadi Momentum Menguatkan Kepedulian Sosial
Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai
Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:03 WIB

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:39 WIB

Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:21 WIB

Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:08 WIB

Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:43 WIB

Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:23 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:40 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis 2026, Bukti Nyata Kepedulian untuk Perantau

Berita Terbaru