Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif

- Pewarta

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menunjukkan penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Penurunan tersebut terlihat jelas jika dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada tahun sebelumnya yang tercatat cukup tinggi.

Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep mencatat jumlah kasus DBD hingga akhir Desember 2025 sebanyak 1.159 kasus. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan P2KB melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Samsuri.

Pernyataan itu disampaikan Samsuri pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat luas. Menurut Samsuri, angka tersebut menurun dibandingkan dengan kasus DBD tahun 2024 yang mencapai 1.532 kasus.

Selisih jumlah kasus antara tahun 2024 dan 2025 menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan di Kabupaten Sumenep. Penurunan kasus DBD ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan sekitar.

Masyarakat dinilai semakin memahami bahaya penyakit DBD dan pentingnya menjaga lingkungan agar bebas sarang nyamuk. Selain itu, peran aktif pemerintah daerah juga berkontribusi besar dalam menekan angka penyebaran penyakit DBD.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Terima Nota Keuangan RAPBD 2026, Fokus pada Kemandirian dan Daya Saing SDM

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas di wilayah Sumenep. Surat edaran tersebut berisi imbauan kewaspadaan terhadap penyakit DBD yang umumnya meningkat pada musim hujan.

Dinas Kesehatan meminta seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus DBD musiman. Langkah antisipasi dilakukan dengan penyediaan cairan medis, obat-obatan, infus, serta sarana penunjang kesehatan lainnya.

Ketersediaan fasilitas kesehatan ini bertujuan memastikan pelayanan kepada pasien DBD dapat berjalan optimal dan cepat. Selain pelayanan medis, upaya pencegahan juga dilakukan melalui intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.

Penyuluhan dilakukan dengan berkolaborasi bersama posyandu, kecamatan, desa, serta berbagai lembaga pendidikan setempat. Dinas Kesehatan juga memanfaatkan mobil puskesmas keliling atau pusling untuk melakukan woro-woro kepada masyarakat.

Melalui pusling, masyarakat diberi informasi mengenai program kesehatan dan langkah pencegahan penyakit DBD secara langsung. Samsuri menambahkan, kasus DBD tersebar hampir di seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Imbau Warga Tetap Tenang Pascagempa 5,0 Magnitudo

Wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak tercatat berada di area kerja Puskesmas Kalianget, berdasarkan data kesehatan. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinas Kesehatan melibatkan kader kesehatan di setiap desa secara aktif.

Kader kesehatan tersebut dikenal sebagai Jumantik atau Juru Pemantau Jentik yang rutin memantau lingkungan warga. Tim Jumantik bertugas memberikan edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan pemantauan tempat penampungan air.

Edukasi juga disertai pemasangan bubuk ABATE pada penampungan air untuk membasmi jentik nyamuk Aedes aegypti. Bubuk ABATE merupakan larvasida efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit DBD.

Samsuri menegaskan peran aktif masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk sangat menentukan keberhasilan pencegahan DBD. Menurutnya, kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sehat.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan kasus DBD di Kabupaten Sumenep terus menurun pada tahun-tahun mendatang. (*/Red)

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan
Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT Ke-81 RI, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penghargaan
RSUD Sumenep Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan di Momentum HUT ke-81 RI
Pakaian Adat Sulawesi Selatan Warnai HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Tegaskan Makna Keberagaman
Semangat Kemerdekaan, Siswa SMP Plus Miftahul Ulum Antusias Bangun Karakter Generasi Bangsa
HUT ke-81 RI di Sumenep: Bupati Fauzi Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Pengabdian

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:49 WIB

RSUD Sumenep Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan di Momentum HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Pakaian Adat Sulawesi Selatan Warnai HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Tegaskan Makna Keberagaman

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Semangat Kemerdekaan, Siswa SMP Plus Miftahul Ulum Antusias Bangun Karakter Generasi Bangsa

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-81 RI di Sumenep: Bupati Fauzi Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Pengabdian

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Kecamatan Pragaan Gelar Upacara HUT Ke-81 RI, Camat Ajak Warga Perkuat Nasionalisme

Berita Terbaru