Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Anggota DPRD Sumenep Dorong Desa di Sumenep Mandiri, Pemangkasan Dana Pusat Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal

- Pewarta

Senin, 9 Februari 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar

Sumenep, Salam News. Id – Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar, menyerukan percepatan kemandirian finansial desa menyusul pemangkasan anggaran transfer pusat hingga 70 persen. Kebijakan pengurangan dana tersebut dinilai sebagai tantangan serius sekaligus peluang besar bagi desa-desa di Kabupaten Sumenep untuk berbenah.

Politisi dari Partai Amanat Nasional itu menegaskan, desa tidak boleh terus bergantung pada bantuan pemerintah pusat. Menurutnya, perubahan situasi fiskal nasional harus dijadikan titik balik menuju pembangunan desa yang lebih mandiri.

Hairul Anwar, yang akrab disapa Irul, menyebut desa perlu segera menyusun strategi keuangan berkelanjutan. Ia memandang ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat berpotensi melemahkan daya saing desa ke depan.

Ucapan KPU-HPN 2025

Selama ini, sebagian besar anggaran desa di Sumenep masih bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Ketergantungan tersebut bahkan mencapai sekitar 95 persen dari total kebutuhan pembiayaan pembangunan desa.

Irul menilai kondisi itu tidak sehat bagi proses pembangunan jangka panjang yang berorientasi kemandirian. Desa, menurutnya, harus berani menggali potensi ekonomi lokal secara lebih kreatif dan inovatif.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir aparatur desa dalam merancang program pembangunan. Transformasi tata kelola keuangan desa dinilai menjadi langkah strategis menghadapi pengurangan anggaran pusat.

Irul menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan pada Senin, 9 Februari 2026 lalu. Dalam keterangannya, ia menegaskan kemandirian finansial akan membuat pembangunan desa lebih stabil.

Baca Juga :  Mengharumkan Nama Bangsa: Dr. Arif Firmanto Diakui Sebagai Insinyur Profesional ASEAN

Jika desa mampu menghasilkan pendapatan sendiri, program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menambahkan, ketergantungan penuh pada subsidi pusat berisiko menghambat percepatan pembangunan daerah.

Oleh sebab itu, desa perlu menciptakan sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Salah satu caranya dengan mengoptimalkan potensi alam yang melimpah di wilayah Sumenep.

Irul menyebut sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan memiliki peluang besar dikembangkan. Dengan sentuhan inovasi, komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Nilai tambah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli desa secara signifikan. Ia menilai masyarakat Sumenep memiliki karakter pekerja keras yang patut diberdayakan maksimal.

Sebagian besar warga berprofesi sebagai petani, pekebun, dan nelayan yang produktif. Potensi sumber daya manusia tersebut harus didukung kebijakan desa yang progresif.

Irul mendorong pemerintah desa menyusun perencanaan ekonomi berbasis potensi lokal. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa dinilai menjadi salah satu solusi strategis.

Melalui BUMDes, desa dapat mengelola usaha produktif secara profesional dan transparan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Partisipasi aktif warga akan memperkuat keberhasilan program pemberdayaan ekonomi desa. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci utama menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

Desa harus adaptif terhadap perkembangan pasar dan kebutuhan masyarakat modern. Irul optimistis desa-desa di Sumenep mampu bangkit melalui inovasi berkelanjutan.

Baca Juga :  Perang Mental Dimulai! Mourinho Klaim Benfica Setara Real Madrid di Eropa

Ia berharap pemangkasan anggaran justru memacu semangat kemandirian kolektif. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif.

Desa yang mandiri diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Irul juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan desa.

Akuntabilitas anggaran akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Dengan tata kelola baik, potensi penyalahgunaan dana dapat diminimalkan.

Ia menegaskan pembangunan berkelanjutan memerlukan perencanaan matang dan konsisten. Kemandirian finansial, lanjutnya, bukan sekadar wacana tetapi kebutuhan mendesak.

Desa harus memanfaatkan momentum kebijakan fiskal nasional untuk bertransformasi. Irul percaya perubahan pola pikir menjadi fondasi utama kemajuan desa.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi membangun ekonomi desa kuat. Menurutnya, tantangan saat ini tidak boleh mematahkan semangat pembangunan.

Sebaliknya, situasi tersebut harus memicu inovasi dan keberanian mengambil langkah baru. Desa yang adaptif akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi global.

Irul berharap Kabupaten Sumenep dapat menjadi contoh kemandirian desa di Madura. Dengan pengelolaan potensi lokal maksimal, kesejahteraan masyarakat diyakini meningkat signifikan.

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa desa mandiri bukan hal mustahil. Komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi desa.(*)

Berita Terkait

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes
RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional
Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura
Dinkes P2KB Sumenep Dorong WFH dan Jalan Kaki, Langkah Nyata Tekan Konsumsi BBM
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep
Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura
Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

Sabtu, 18 April 2026 - 05:49 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Selasa, 14 April 2026 - 11:56 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep

Senin, 13 April 2026 - 19:21 WIB

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura

Senin, 13 April 2026 - 18:09 WIB

Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 18:13 WIB

DPRD Sumenep Tetapkan 31 Raperda 2026, Arah Kebijakan Daerah Kian Terarah

Berita Terbaru