Sumenep, Salam News. Id – Panitia lomba merangkai orong ketupat di Pantai Lombang memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan maksimal demi kenyamanan peserta yang hadir semua. Kegiatan ini merupakan bagian tradisi masyarakat pesisir yang berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai desa sekitar yang ada
Selain perlombaan acara ini menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan serta kearifan tradisional masyarakat setempat yang kuat. Camat Batang batang Mujib menyampaikan pihaknya bersama panitia telah melakukan berbagai persiapan mulai penataan lokasi hingga teknis lomba yang matang.
Ia menegaskan kesiapan fasilitas serta pengaturan kegiatan dilakukan agar seluruh rangkaian lomba berjalan tertib lancar tanpa kendala berarti yang muncul. Menurutnya kenyamanan peserta menjadi prioritas utama sehingga mereka tidak hanya fokus pada kompetisi tetapi menikmati suasana penuh kebersamaan yang hangat.

Ia berharap peserta merasa nyaman selama mengikuti lomba sehingga termotivasi kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya mendatang nanti yang sama. Mujib mengungkapkan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat setempat yang sangat besar.
Tercatat sebanyak seratus dua puluh peserta mengikuti lomba merangkai orong ketupat sementara seratus lima peserta ikut kategori merangkai menu juga. Ia bersyukur tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme luar biasa masyarakat terhadap kegiatan budaya yang terus dilestarikan setiap tahun oleh pemerintah daerah.
Pelaksanaan lomba tidak selalu dilakukan pada lokasi sama setiap tahun karena pemerintah daerah menerapkan sistem rotasi tempat penyelenggaraan kegiatan ini. Sistem tersebut bertujuan memberikan kesempatan wilayah lain menjadi tuan rumah sekaligus memperkenalkan potensi daerah masing masing kepada masyarakat luas sekitar.
Ia menjelaskan kegiatan bisa dilaksanakan di Pantai Lombang Salopeng atau lokasi lainnya tergantung kebijakan pimpinan pemerintah kabupaten setempat yang berlaku. Tahun sebelumnya kegiatan digelar di Salopeng sementara tahun ini berlangsung di Lombang dan ke depan dapat kembali berganti lokasi lagi.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek budaya tetapi juga memberi nilai tambah sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat sekitar setempat. Selama pelaksanaan lomba terlihat peningkatan kunjungan masyarakat yang datang meramaikan kawasan Pantai Lombang dan menikmati berbagai rangkaian acara yang ada.
Pelaku UMKM lokal memanfaatkan momentum ini dengan menjajakan produk mulai kuliner khas hingga kerajinan tangan kepada para pengunjung yang hadir. Kondisi tersebut secara tidak langsung membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.
Mujib menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama pelaku usaha karena peningkatan pengunjung selama kegiatan berlangsung yang signifikan. Selain hiburan lomba merangkai orong ketupat juga memiliki nilai edukatif bagi generasi muda agar mengenal tradisi leluhur sejak dini lebih.
Pengenalan budaya ini penting agar generasi muda tidak melupakan warisan nenek moyang di tengah perkembangan zaman yang semakin modern saat. Pihak kecamatan berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda unggulan daerah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menegaskan lomba tidak sekadar seremonial tetapi harus menjadi kegiatan tahunan yang direncanakan dengan baik dan memberi dampak nyata besar. Dengan dukungan semua pihak kegiatan ini diharapkan terus berkembang serta menarik banyak peserta dan wisatawan setiap tahunnya di masa depan.
Kegiatan merangkai orong ketupat diharapkan tetap menjadi identitas budaya masyarakat pesisir Sumenep yang terus dijaga dilestarikan sepanjang waktu oleh bersama.(W/Red)











