Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan surat edaran penghematan bahan bakar minyak sebagai tindak lanjut instruksi Presiden pada sidang paripurna Jakarta resmi. Kebijakan ini diambil sebagai respons dinamika geopolitik dan geoekonomi global terutama konflik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional.
Kepala Bagian Hukum Setda Sumenep Hizbul Wathan menyampaikan Indonesia belum terdampak signifikan kenaikan harga maupun kelangkaan BBM namun antisipasi diperlukan. Ia menjelaskan instruksi Presiden menekankan upaya menjaga serta mengantisipasi pasokan BBM sehingga pemerintah daerah perlu mengambil langkah penghematan terukur satu.
Pemerintah daerah kemudian mendorong pembudayaan penggunaan transportasi non BBM di lingkungan kerja aparatur sipil negara guna menekan konsumsi energi harian. Setiap hari Jumat ASN diimbau menggunakan moda transportasi tanpa BBM seperti berjalan kaki bersepeda atau naik becak jarak tertentu maksimal.

Imbauan tersebut berlaku untuk perjalanan dengan jarak sekitar lima kilometer sehingga tetap realistis dilaksanakan oleh pegawai tanpa mengganggu aktivitas utama. Kebijakan mencakup seluruh perangkat daerah termasuk kecamatan serta badan usaha milik daerah yang diharapkan ikut berpartisipasi dalam gerakan penghematan bersama.
Selain itu penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda motor listrik juga dianjurkan sebagai alternatif mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik terutama sektor vital seperti rumah sakit puskesmas dan organisasi perangkat daerah terkait.
Sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak demi menjaga kualitas layanan dan respons cepat. Prioritas utama pemerintah daerah adalah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan sehingga kebijakan penghematan tetap berjalan seimbang dengan pelayanan publik.
Terkait potensi biaya tambahan seperti penggunaan becak pemerintah menegaskan tidak ada kompensasi khusus karena kebijakan ini menekankan kesadaran bersama masyarakat. Langkah tersebut diharapkan membentuk kebiasaan hidup hemat energi sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan di kalangan aparatur sipil negara setempat.
Pemerintah menilai perubahan kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor satu hari dalam seminggu dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi. Hizbul Wathan menyebut kebijakan serupa pernah diterapkan saat pandemi COVID-19 dan terbukti memberikan manfaat dari sisi penghematan maupun peningkatan kesehatan.
Program tersebut juga mendorong aktivitas fisik pegawai sehingga berdampak positif bagi kebugaran tubuh sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Ke depan pemerintah daerah berencana mengkaji penerapan kerja dari rumah satu hari dalam seminggu sebagai bagian strategi efisiensi energi berkelanjutan.
Namun rencana tersebut masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat sehingga implementasinya belum dapat dilakukan dalam waktu dekat secara menyeluruh resmi. Saat ini kebijakan penghematan BBM masih berupa imbauan melalui surat edaran bupati yang mengikat bagi ASN di lingkungan pemerintah kabupaten.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif aparatur dalam menggunakan energi secara bijak serta mendukung ketahanan energi nasional Indonesia. Dengan langkah sederhana tersebut pemerintah optimistis konsumsi BBM dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas kerja maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.
Kebijakan ini juga menjadi bagian kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan global yang memengaruhi sektor energi serta stabilitas ekonomi nasional Indonesia. Partisipasi aktif seluruh ASN sangat diperlukan agar tujuan penghematan energi tercapai dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan hidup bersama.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi kebijakan tersebut serta menyesuaikan dengan perkembangan situasi energi dan kebutuhan masyarakat kedepannya nanti.(W/Red)











