Pemkab Sumenep Siapkan Rp300 Juta untuk Arus Balik Santri, Ribuan Difasilitasi Kembali ke Pondok

- Pewarta

Senin, 30 Maret 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mengalokasikan sisa anggaran daerah untuk mendukung kelancaran arus balik santri pasca-Lebaran tahun 2026 ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan transportasi para santri menuju pondok pesantren masing-masing kembali.

Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar 300 juta rupiah untuk memberangkatkan ribuan santri ke berbagai daerah tujuan pondok pesantren. Kebijakan ini secara khusus menempatkan kalangan santri sebagai prioritas utama penerima manfaat dalam program bantuan transportasi arus balik tersebut.

Dana yang digunakan berasal dari sisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dialihkan untuk mendukung kebutuhan perjalanan santri tersebut. Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Kabupaten Sumenep menyampaikan penjelasan terkait program tersebut kepada publik.

Achmad Dzulkarnain mengatakan bahwa anggaran yang tersedia diperkirakan mampu menjangkau ribuan santri yang membutuhkan fasilitas transportasi kembali ke pondok. Ia menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua santri setelah merayakan mudik Lebaran bersama keluarga.

Menurutnya, pemerintah daerah berupaya hadir memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan mobilitas santri setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri selesai. Dengan dukungan anggaran tersebut, diperkirakan sekitar empat ribu santri dapat difasilitasi untuk kembali ke pondok pesantren masing-masing tepat waktu.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Pimpin Langsung Upacara Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2022

Program ini juga dirancang untuk memastikan perjalanan para santri berlangsung aman, nyaman, serta terorganisir dengan baik melalui koordinasi pihak terkait. Lebih lanjut, ia yang akrab disapa Izoul menjelaskan mekanisme pelaksanaan program dilakukan melalui pengajuan resmi dari masing-masing pondok pesantren.

Pendataan melalui pengajuan tersebut bertujuan agar proses distribusi bantuan transportasi lebih tertib, transparan, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan santri. Sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sumenep telah mulai mengajukan permohonan pemberangkatan santri untuk mengikuti program tersebut.

Jumlah pengajuan tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekati puncak arus balik setelah masa libur Lebaran berakhir sepenuhnya. Biasanya pada akhir bulan Maret, permintaan layanan transportasi arus balik mengalami lonjakan signifikan dari berbagai kalangan masyarakat setempat.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui adanya keterbatasan anggaran sehingga program ini belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat luas. Untuk sementara waktu, fokus utama program bantuan transportasi ini masih diberikan kepada kalangan santri sebagai prioritas penerima manfaat utama.

Baca Juga :  Harlah ke-55, Kopri Mandiri dan Maju Untuk Indonesia

Pemerintah juga membuka kemungkinan perluasan penerima manfaat apabila terdapat sisa anggaran yang masih tersedia setelah program berjalan. Kelompok masyarakat lain berpeluang mendapatkan fasilitas serupa apabila kebutuhan santri telah terpenuhi dan anggaran masih mencukupi nantinya.

Selain menyediakan transportasi, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan armada resmi saat melakukan perjalanan arus balik. Masyarakat diminta mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan penumpang pada waktu-waktu tertentu.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama periode arus balik Lebaran berlangsung di wilayah Sumenep. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan aparat gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik selama perjalanan.

Aparat kepolisian dan TNI dilibatkan dalam pengamanan melalui pendirian posko-posko di sejumlah titik strategis jalur arus balik. Dengan adanya langkah tersebut, diharapkan seluruh proses arus balik santri dan masyarakat dapat berjalan aman, lancar, serta terkendali sepenuhnya.(*/red)

Berita Terkait

Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran
Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan
Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep
Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026
Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak
Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Lagi, STAIM Sumenep Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perusahaan Teknologi Asal AS, Teken MoU di bidang Teknologi Pembelajaran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Berita Terbaru