Sumenep, Salam News. Id – Proses rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non-ASN di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep tahun 2026 dipastikan berlangsung transparan, profesional, dan bebas praktik kecurangan. Seluruh tahapan seleksi dilakukan terbuka agar masyarakat dapat melihat komitmen rumah sakit menciptakan penerimaan pegawai yang objektif, akuntabel, serta terpercaya sepenuhnya.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes menegaskan pelaksanaan rekrutmen dilakukan sesuai aturan berlaku dan pengawasan ketat. Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan tes penerimaan pegawai BLUD non-ASN yang digelar di Kampus Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut dr. Erliyati, panitia seleksi telah menjalankan seluruh proses penerimaan secara terbuka dengan melibatkan unsur independen dari berbagai lembaga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan sama tanpa adanya praktik titipan, nepotisme, maupun intervensi pihak tertentu selama tahapan seleksi berlangsung di lokasi ujian resmi.

Ia menjelaskan, proses rekrutmen tahun ini benar-benar dirancang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme atau KKN. Panitia seleksi melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), penyuluh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga insan media untuk memperkuat pengawasan dan menjaga integritas pelaksanaan seleksi pegawai rumah sakit daerah tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur eksternal tersebut dinilai menjadi bentuk keseriusan RSUDMA Sumenep menghadirkan proses seleksi yang dapat dipercaya masyarakat. Kehadiran APH, penyuluh KPK, LSM, dan media diharapkan mampu memberikan pengawasan independen sehingga seluruh tahapan rekrutmen berjalan objektif, transparan, dan jauh dari potensi penyimpangan maupun tindakan tidak terpuji lainnya.
Dalam pelaksanaan ujian seleksi, panitia menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penggunaan sistem tersebut memberikan kemudahan bagi peserta maupun panitia karena seluruh proses pengerjaan soal dilakukan secara digital, terukur, dan dapat dipantau secara langsung untuk memastikan pelaksanaan tes berjalan lebih profesional dan modern.
Dr. Erliyati menjelaskan, sistem CAT BKN memungkinkan hasil ujian peserta diketahui langsung setelah menyelesaikan seluruh soal yang diberikan panitia. Nilai peserta otomatis muncul secara real time di layar komputer sehingga tidak ada ruang manipulasi hasil maupun permainan nilai dari pihak tertentu selama proses seleksi berlangsung di lingkungan kampus penyelenggara tes.
Menurutnya, mekanisme penilaian pada sistem CAT sangat sederhana dan transparan karena setiap jawaban benar langsung memperoleh nilai sesuai ketentuan. Sebaliknya, jawaban yang salah tidak mendapatkan tambahan nilai sehingga peserta benar-benar diuji berdasarkan kemampuan, pengetahuan, serta kompetensi masing-masing tanpa adanya perlakuan khusus dari panitia maupun pihak lain selama ujian.
Penerapan CAT BKN dinilai menjadi salah satu langkah efektif dalam meminimalisir potensi kecurangan selama proses penerimaan pegawai BLUD non-ASN berlangsung. Selain meningkatkan transparansi, penggunaan teknologi tersebut juga memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan dan perlakuan yang adil sesuai kemampuan serta hasil kerja mereka masing-masing ketika mengikuti tahapan seleksi resmi.
Panitia seleksi berharap seluruh rangkaian rekrutmen dapat berjalan lancar hingga tahapan akhir penetapan peserta yang dinyatakan lolos. RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menargetkan memperoleh tenaga profesional berkualitas sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sehingga kualitas layanan rumah sakit daerah semakin meningkat dan mampu memenuhi harapan masyarakat luas secara berkelanjutan.
Dalam rekrutmen BLUD non-ASN tahun 2026 ini, RSUDMA Sumenep membuka sebanyak 14 formasi jabatan dari berbagai bidang tenaga kesehatan serta tenaga pendukung lainnya. Formasi tersebut diperebutkan ratusan pendaftar dari berbagai daerah yang ingin bergabung dan mengabdikan diri sebagai bagian pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Sumenep tersebut.
Beberapa formasi yang tersedia di antaranya dokter umum, perawat S1 Ners, perawat D3, apoteker, asisten apoteker, serta Sarjana Kesehatan Masyarakat. Selain itu, rumah sakit juga membuka kebutuhan tenaga fisioterapis, ahli teknologi laboratorium medis, radiografer, elektromedis, bank darah rumah sakit, fisikawan medis, perekam medis, hingga Sarjana Administrasi Rumah Sakit sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.(W)











