Jakarta, Salam News. Id – Persaingan perebutan gelar pencetak gol terbanyak atau Golden Boot Piala Dunia 2026 semakin memanas memasuki fase gugur turnamen bergengsi dunia. Setiap gol yang tercipta kini memiliki arti sangat penting karena dapat menentukan posisi para penyerang terbaik dalam daftar top skor sementara.
Penyerang tim nasional Kylian Mbappé kembali memimpin daftar pencetak gol terbanyak setelah membawa timnas Prancis meraih kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay pada pertandingan babak 16 besar yang berlangsung Minggu pagi waktu Indonesia Barat.
Kemenangan tersebut memastikan langkah Prancis menuju babak perempat final sekaligus memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara. Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak andalan yang mampu menentukan hasil pertandingan melalui penyelesaian akhir yang efektif.

Gol semata wayang dalam pertandingan itu tercipta melalui titik penalti pada babak kedua. Mbappe menjalankan tugas sebagai algojo dengan sempurna sehingga kiper Paraguay gagal menghalau tendangan keras yang mengarah ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau.
Tambahan satu gol tersebut membuat Mbappe kini mengoleksi tujuh gol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Catatan impresif itu sekaligus menyamai jumlah gol kapten tim nasional Lionel Messi yang sehari sebelumnya juga telah mengumpulkan tujuh gol selama turnamen berlangsung.
Meski memiliki jumlah gol identik dengan Messi, posisi Mbappe berada di urutan teratas klasemen sementara pencetak gol terbanyak. Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari banyak penggemar sepak bola mengenai dasar penentuan peringkat yang digunakan oleh penyelenggara turnamen.
Penjelasan mengenai situasi tersebut mengacu pada regulasi resmi yang diterapkan oleh FIFA dalam menentukan pemenang penghargaan Golden Boot. Organisasi sepak bola dunia itu memiliki sejumlah kriteria yang digunakan apabila dua atau lebih pemain mengakhiri turnamen dengan jumlah gol sama.
Kriteria pertama setelah jumlah gol adalah jumlah assist yang berhasil dicatatkan masing-masing pemain. Assist menjadi indikator penting karena menunjukkan kontribusi seorang pemain tidak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai kreator peluang bagi rekan setimnya sepanjang kompetisi.
Dalam aspek tersebut, Mbappe memiliki keunggulan atas Messi. Penyerang Prancis itu telah mencatatkan dua assist selama Piala Dunia 2026, sedangkan Messi hingga saat ini belum membukukan satu assist pun meskipun produktif dalam urusan mencetak gol.
Keunggulan jumlah assist itulah yang membuat Mbappe berhak menempati posisi pertama klasemen sementara Golden Boot. Dengan kata lain, kontribusi keseluruhan terhadap permainan menjadi pertimbangan utama sebelum melihat indikator lain apabila jumlah gol para pemain sama.
FIFA juga telah menetapkan aturan tambahan apabila jumlah gol dan assist para pemain tetap identik hingga akhir turnamen. Dalam kondisi tersebut, total menit bermain menjadi faktor penentu berikutnya untuk menentukan siapa yang layak membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut.
Pemain yang mampu mencetak jumlah gol sama dengan waktu bermain lebih sedikit akan memperoleh posisi lebih tinggi. Aturan ini dinilai memberikan penghargaan kepada pemain yang tampil lebih efisien dalam memanfaatkan kesempatan selama berada di atas lapangan.
Persaingan Golden Boot sendiri diperkirakan masih akan berlangsung sangat ketat. Turnamen belum berakhir sehingga setiap pertandingan pada fase berikutnya memberikan peluang bagi para penyerang untuk menambah koleksi gol sekaligus mengubah posisi klasemen sementara.
Di bawah Mbappe dan Messi, penyerang tim nasional Erling Haaland masih menjaga peluang mengejar ketertinggalan. Striker andalan Norwegia tersebut telah mengoleksi lima gol dan berpotensi memperkecil selisih apabila terus tampil produktif.
Persaingan juga melibatkan kapten tim nasional Harry Kane. Penyerang Inggris itu sama-sama mengumpulkan lima gol sehingga masih memiliki kesempatan besar menyalip Mbappe maupun Messi apabila mampu tampil tajam pada laga-laga selanjutnya.
Sementara itu, rekan setim Mbappe di Prancis, Ousmane Dembélé, juga masih berada dalam persaingan. Ia telah membukukan empat gol serta dua assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif sepanjang perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026.
Beberapa nama lain yang tetap berpeluang bersaing ialah Mikel Oyarzabal dari Spanyol, Vinícius Júnior dari Brasil, serta Ismaïla Sarr dari Senegal yang masing-masing telah mencetak empat gol sepanjang kompetisi.
Dengan masih tersisa beberapa pertandingan menuju partai final, persaingan perebutan Golden Boot dipastikan belum berakhir. Setiap gol, assist, bahkan menit bermain akan menjadi faktor penting yang menentukan siapa akhirnya dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. (Red)











