DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus memperkuat tata kelola pembangunan sektor pertanian melalui pengawasan yang lebih terarah selama pelaksanaan program tahun 2026. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ganding, Kamis (16/7/2026), dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Kegiatan sosialisasi itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh program pertanian berjalan sesuai ketentuan, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Pengawasan dinilai sebagai instrumen penting agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar menghasilkan peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Peserta sosialisasi berasal dari berbagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta menciptakan sinergi dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pertanian selama tahun anggaran 2026 berlangsung.

Perwakilan dari Polres Sumenep dan Kejaksaan turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengawasan program pemerintah. Selain aparat penegak hukum, kegiatan juga diikuti Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan kepada petani di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, Koordinator Penyuluh Kecamatan Ganding, Lenteng, Guluk-Guluk, dan Batuan juga mengikuti sosialisasi bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran mereka diharapkan semakin memperkuat pemahaman mengenai mekanisme pengawasan sehingga pelaksanaan program di tingkat lapangan berjalan lebih tertib dan efektif.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov Jatim dan TPID, Pasar Murah EPIK Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari empat kecamatan tersebut juga menjadi peserta aktif dalam kegiatan sosialisasi. Keterlibatan kelompok tani dianggap penting karena mereka merupakan penerima manfaat langsung dari berbagai program pembangunan pertanian yang dilaksanakan pemerintah daerah melalui DKPP Kabupaten Sumenep.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengawasan pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian Tahun 2026. Materi yang disampaikan mencakup prosedur pelaksanaan program, pengelolaan bantuan, tanggung jawab pelaksana, hingga pentingnya pelaporan apabila ditemukan kendala maupun penyimpangan selama proses berlangsung.

Sosialisasi juga bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak agar pelaksanaan program tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Kesamaan pemahaman dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahan administrasi maupun hambatan teknis yang dapat mengganggu efektivitas pelaksanaan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid yang akrab disapa Inung, menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan seluruh program pertanian. Menurutnya, pengawasan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat nyata kepada petani.

Ia menjelaskan bahwa seluruh bantuan maupun kegiatan pembangunan pertanian harus dilaksanakan secara tepat sasaran sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan pengawasan yang optimal, pemerintah dapat memastikan setiap program berjalan sesuai rencana sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Kecamatan Rubaru Gelar Gerak Jalan Unik Dalam HUT RI Ke-78

Inung juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola program yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, komunikasi yang baik antar seluruh pihak akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Dengan adanya koordinasi yang intensif, setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan program tidak mengalami hambatan yang berlarut-larut dan target pembangunan tetap tercapai sesuai jadwal.

DKPP Kabupaten Sumenep berharap penyuluh pertanian maupun Gapoktan terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengawal pelaksanaan setiap program pertanian. Peran mereka dinilai sangat penting karena berhubungan langsung dengan petani sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah optimistis pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian Tahun 2026 akan berlangsung lebih efektif, tertib, transparan, dan akuntabel. Pengawasan yang kuat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembangunan pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan.(**)

Berita Terkait

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan
Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal
Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan
Madura Night Vaganza 2026 Digelar, 200 Stan Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumenep
Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026
Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak
Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan
Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Mayat Terbakar Ditemukan di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Sukseskan Madura Culture Fest 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Kapolresta Sumenep Ungkap Tiga Kasus Pidana, Dua Curanmor dan Perkara Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Perjuangkan Akses Transportasi Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Pengiriman Perdana Prancak 95 ke Mitra Djarum Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sumenep

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

Berita Terbaru