Sumenep, Salam News. Id – Stan Bappeda Kabupaten Sumenep tampil berbeda dalam Madura Culture Festival 4 dengan konsep kreatif yang menarik perhatian masyarakat secara langsung. Biasanya stan pemerintah identik dengan baliho dan tumpukan informasi, namun Bappeda menghadirkan pengalaman berbeda melalui sajian komunikatif kepada masyarakat tambahan.
Konsep tersebut membuat stan Bappeda ramai dikunjungi warga yang penasaran melihat berbagai informasi pembangunan secara langsung dan interaktif festival berlangsung. Pengunjung tidak hanya disuguhi materi pembangunan, tetapi juga diajak mengikuti kuis interaktif dengan hadiah menarik yang telah disediakan bagi pengunjung.
Suasana semakin semarak ketika masyarakat mulai berpartisipasi dalam aktivitas yang dirancang untuk memperkenalkan pembangunan Kabupaten Sumenep secara ringan dengan menyenangkan. Keunikan stan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat melakukan kunjungan Minggu pada agenda tersebut.
Kunjungan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekaligus menjadi perhatian pengunjung yang berada disekitar stan Bappeda Kabupaten Sumenep hadir disana. Wakil Bupati melihat langsung sejumlah inovasi yang ditampilkan, mulai informasi pelayanan hingga capaian pembangunan daerah selama beberapa tahun menjadi perhatian.
Selain itu, terdapat pula gambaran perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep yang disiapkan untuk menentukan arah kebijakan lima tahun mendatang masyarakat Sumenep. Kehadiran informasi tersebut dinilai penting karena masyarakat dapat memahami berbagai program pemerintah sekaligus mengetahui sasaran pembangunan daerah kedepannya secara menyeluruh.
KH Imam Hasyim mengaku terpukau melihat sajian stan Bappeda yang dinilai mampu menghadirkan inovasi sekaligus membangun interaksi masyarakat kunjungan tersebut. Menurutnya, berbagai program pemerintah tidak sekadar dipajang, melainkan disajikan melalui pendekatan menarik sehingga mudah dipahami pengunjung festival oleh para pengunjung.
Hal tersebut menunjukkan bahwa informasi pemerintahan dapat dikemas secara kreatif tanpa mengurangi substansi mengenai pembangunan dan pelayanan publik kegiatan festival. Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, konsep stan sengaja dirancang berbeda agar masyarakat merasa nyaman berinteraksi dalam pelaksanaan festival.
Bappeda tidak ingin hanya memajang informasi pembangunan, tetapi menghadirkan ruang komunikasi terbuka yang memungkinkan masyarakat menyampaikan perhatian langsung lebih terbuka. Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan selama festival berlangsung bersama masyarakat setempat.
Arif menyebutkan, materi yang ditampilkan mencakup pembangunan Sumenep, capaian daerah, pelayanan masyarakat, serta rencana pembangunan lima tahun untuk masyarakat luas. Informasi tersebut dikemas dengan tampilan lebih sederhana agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat memahami pesan pembangunan secara mudah dengan bahasa sederhana.
Menurut Arif, pendekatan komunikasi menjadi penting karena pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan pemahaman masyarakat secara luas serta berkelanjutan jangka panjang. Karena itu, Bappeda berusaha menjadikan festival sebagai ruang edukasi yang tidak terasa formal, tetapi tetap memberikan informasi penting warga Sumenep.
Pengunjung juga diberikan kesempatan mengikuti kuis interaktif yang dirancang untuk menambah pengetahuan mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep secara menyenangkan acara berlangsung. Hadiahnya menjadi daya tarik tersendiri sehingga masyarakat semakin antusias mendatangi stan dan mengikuti berbagai aktivitas yang tersedia disana kegiatan festival.
Suasana stan kemudian terlihat hidup karena pengunjung tidak hanya membaca informasi, tetapi aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung acara berlangsung. Arif menegaskan, cara tersebut merupakan bagian dari upaya Bappeda menyampaikan informasi pembangunan dengan bahasa komunikatif kepada masyarakat luas secara terbuka.
Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui hasil pembangunan, tetapi memahami proses perencanaan yang menjadi dasar pelaksanaan program pemerintah daerah lebih mendalam. Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat melihat hubungan antara kebutuhan warga dengan kebijakan pembangunan yang disusun pemerintah daerah secara terukur.
Festival menjadi momentum strategis bagi Bappeda untuk mendekatkan informasi perencanaan pembangunan kepada masyarakat melalui kemasan ringan dan menarik masyarakat umum. Stan Bappeda akhirnya menjadi ruang yang menggabungkan edukasi, informasi, pelayanan, inovasi, serta hiburan dalam satu tempat yang terbuka masyarakat Sumenep.
Pesan utama yang disampaikan adalah pembangunan daerah bukan semata urusan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam setiap proses secara inklusif. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui arah Sumenep lima tahun mendatang agar dapat ikut mengawal pembangunan secara bersama-sama bersama dan berkelanjutan.(W/Red)











