Sumenep, Salam News. Id – KKN Posko 40 menggelar sosialisasi parenting untuk meningkatkan pemahaman orang tua menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Hubungan Sehat antara Anak dan Orang Tua di Tengah Perkembangan Teknologi” bersama masyarakat setempat.
Sosialisasi ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua agar mampu memahami perubahan pola interaksi keluarga akibat penggunaan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin cepat memberikan berbagai kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan baru dalam proses pengasuhan anak.
Kondisi tersebut membuat orang tua perlu memiliki kemampuan berkomunikasi dan mendampingi anak dalam menggunakan perangkat digital sehari-hari. Dalam kegiatan itu, KKN Posko 40 menghadirkan dua narasumber berpengalaman untuk memberikan pemahaman mengenai pola pengasuhan anak.
Narasumber tersebut yakni Juwairiah, M.Pd., CPLA, Presidium KPI Jawa Timur, dan Yuliyana Putri, S.Ag., Ketua Kopri Cabang PMII Sumenep. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun hubungan harmonis antara orang tua dan anak di tengah perkembangan dunia digital.
Peserta diajak melihat teknologi dari dua sisi, yaitu sebagai sarana pendukung perkembangan anak sekaligus potensi tantangan pengasuhan. Penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak membuat orang tua perlu memahami aktivitas digital mereka.
Pengawasan terhadap penggunaan teknologi dinilai penting, tetapi pendekatan pengasuhan tidak cukup hanya melalui pembatasan. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang sedang dihadapinya.
Komunikasi yang terbuka juga dapat membantu orang tua mengetahui aktivitas anak ketika berinteraksi melalui berbagai platform digital. Dengan komunikasi tersebut, orang tua dapat memberikan arahan secara tepat tanpa menciptakan jarak emosional dalam hubungan keluarga.
Kordes KKN Posko 40, Faiz Abbady, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pola pengasuhan. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan bagian kehidupan yang sulit dihindari sehingga masyarakat perlu menyikapinya secara bijaksana.
“Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari, tetapi bagaimana teknologi itu digunakan menjadi hal yang penting,” ujar Faiz Abbady.
Pernyataan tersebut disampaikan Faiz dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu orang tua menemukan pola komunikasi yang sesuai dengan perkembangan kehidupan anak masa kini.
“Semoga kegiatan ini membantu orang tua membangun komunikasi sehat dengan anak, sehingga keduanya dapat tumbuh dan memahami satu sama lain,” katanya.
Sementara itu, Juwairiah dan Yuliyana Putri menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak, termasuk aktivitas mereka. Menurut pemaparan narasumber, hubungan sehat antara anak dan orang tua membutuhkan komunikasi, perhatian, kepercayaan, serta pendampingan secara konsisten.
Pendampingan anak di era digital tidak selalu harus diwujudkan melalui larangan terhadap penggunaan gawai. Orang tua dapat mengambil pendekatan dialogis dengan mengajak anak berdiskusi mengenai aktivitas dan pengalaman mereka di ruang digital.
Cara tersebut memungkinkan anak merasa dihargai sekaligus memperoleh kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan secara terbuka kepada orang tua. Anak juga membutuhkan ruang untuk bercerita mengenai pengalaman, perasaan, maupun masalah yang mereka hadapi sehari-hari.
Termasuk ketika anak menemukan persoalan tertentu saat berinteraksi dengan lingkungan digital melalui media sosial maupun berbagai platform lainnya. Orang tua yang hadir dan bersedia mendengarkan dapat membantu anak menghadapi berbagai perubahan dalam lingkungan kehidupannya.
Kedekatan emosional menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang mampu menghadapi perkembangan teknologi secara lebih bijaksana. Melalui sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa teknologi seharusnya digunakan secara proporsional sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Pemanfaatan teknologi juga dapat diarahkan menjadi media pembelajaran, komunikasi, dan kegiatan positif yang mendukung proses tumbuh kembang anak. Namun, manfaat tersebut tetap membutuhkan keterlibatan orang tua agar penggunaan teknologi tidak mengurangi interaksi dalam kehidupan keluarga.
KKN Posko 40 berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin memperhatikan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. Kedekatan keluarga dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam memberikan rasa aman, perhatian, serta kepercayaan kepada anak.
Dengan komunikasi yang sehat dan pendampingan berkelanjutan, orang tua dapat membantu anak menghadapi perkembangan teknologi secara lebih bertanggung jawab. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan bersama penguatan peran keluarga dalam mendampingi generasi muda. KKN Posko 40 berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.(W/Red)











