Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Mengapresiasi Program Desa Model untuk Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.

- Pewarta

Rabu, 9 Agustus 2023 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep H Sami’oeddin (Foto : SalamNews.id)


Sumenep, Salam News.Id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep H Sami’oeddin mengapresiasi program inovasi Sadel Cepak atau Desa Model untuk Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.

Pemerintah Kabupaten Sumenep meluncurkan program Sadel Cepak ini pada Ahad, 6 Agustus 2023 lalu, sebagai salah satu inovasi dalam menekan tingginya angka perkawinan anak di Kota Keris.

“Saya sepakat dengan inovasi pencegahan dan penanganan perkawinan anak yang diluncurkan oleh Pemerintah Daerah,” kata H Sami’oeddin saat dikonfirmasi 9 Agustus 2023.

Politisi PKB itu sepakat akan upaya pencegahan perkawinan usia anak oleh Pemkab Sumenep jika melihat akibatnya dari sisi sosial dan kesehatan.

Sebab, perkawinan anak menimbulkan masalah seperti angka perceraian yang tinggi, risiko stunting, angka kematian ibu dan bayi, juga kesehatan reproduksi.

Bahkan secara psikologis, usia anak untuk menjalani pernikahan dinilai belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang tidak benar akibat masih labil.

Baca Juga :  OJK Bersama LSAI Sosialisasikan Literasi Keuangan pada Masyarakat Sumenep

“Jadi saya sepakat dari sisi kesehatan, baik secara fisik maupun psikis yang ditimbulkan dari perkawinan anak,” jelas H. Sami’.

Tapi persoalan perkawinan anak tak bisa selalu dilihat dari sudut pandang risiko perceraian dan masalah kesehatan saja.

Menurut H. Sami’, upaya pencegahan dan penanganan terhadap perkawinan anak sangatlah kompleks, sehingga harus diantisipasi dari sisi penyebab paling mendasar terjadinya pernikahan tersebut.

“Yang harus juga dipahami oleh Pemerintah yaitu faktor yang mendasari perkawinan anak ini. Misalnya motif ekonomi, adat, hingga kehamilan yang tak diinginkan,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Sumenep tersebut.

Maraknya kasus pemerkosaan, perzinahan atau hubungan seksual di luar nikah yang terjadi atau dilakukan oleh anak seharusnya menjadi perhatian Pemkab Sumenep dalam upaya pencegahan pernikahan dini.

Baca Juga :  Empat Pilar Pendidikan untuk Membangun Generasi Berakhlakul Karimah: Pesan Khofifah Indar Parawansa kepada Guru-guru Jawa Timur

Selain motif ekonomi dan adat, motif seksual menjadi pemicu terjadinya perkawinan usia anak di masyarakat.

“Tidak selalu karena adat atau hamil di luar nikah, perkawinan usia anak ini juga terjadi di masyarakat kita untuk mencegah hal-hal negatif terjadi seperti pemerkosaan atau hubungan di luar nikah,” jelas H. Sami’.

Karena itu, pihaknya mendorong Pemkab Sumenep untuk duduk bersama dengan Pengadilan dan Dinas Kesehatan serta elemen terkait untuk mencari upaya yang lebih solutif akan perkawinan anak.

Tujuannya supaya Sadel Cepak bukan sekadar kompetisi inovasi program yang ternyata kurang efektif dan memicu persoalan lain di masyarakat.

“Artinya, masalah perkawinan anak ini ya tidak cukup hanya model percontohan dan penandatanganan dukungan selurug komponen masyarakat di atas kertas,” pungkas H. Sami’. (**/wrd)

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT Ke-81 RI, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penghargaan
lepas Kontingen Menuju Jamnas 2026, Wabup Sumenep Berpesan: Raih Prestasi, Jaga Nama Baik, dan Bawa Pulang Pengalaman
Bupati Sumenep Pimpin Apel Gabungan dan Kobarkan Semangat Persatuan dalam Pembukaan Lomba HUT ke-81 RI
Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional
Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak
Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT Ke-81 RI, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penghargaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:15 WIB

lepas Kontingen Menuju Jamnas 2026, Wabup Sumenep Berpesan: Raih Prestasi, Jaga Nama Baik, dan Bawa Pulang Pengalaman

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bupati Sumenep Pimpin Apel Gabungan dan Kobarkan Semangat Persatuan dalam Pembukaan Lomba HUT ke-81 RI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:39 WIB

Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Berita Terbaru